Perjalanan dari Luar Angkasa ke Bumi, Astronot Alami Transisi Fisik Menyakitkan

  • 11 Apr 2026 21:31 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Dikutip dari akun instagram @factsidn, proses kepulangan astronot ke bumi dimulai ketika kapsul lepas dari stasiun luar angkasa (ISS) lalu menembak deorbit burn untuk mengerem kecepatan orbit yang tadinya 28.000 km/jam. Begitu masuk lapisan atmosfer terluar, kapsul nabrak molekul udara dengan kecepatan hipersonik yang bikin gesekan kinetik ekstrem.

Karena kecepatannya tinggi, udara di depan kapsul terjepit hingga berubah jadi plasma panas bersuhu 1.600°C lebih yang membuat kapsul yang terlihat seperti bola api raksasa yang jatuh dari langit. Di titik ini terjadi radio blackout karena plasma menutupi sinyal komunikasi sehingga astronot benar-benar terisolasi total tanpa kontak dengan Bumi selama beberapa menit.

Alasan kenapa fase ini sering disebut “neraka” karena badan astronot terkena hantaman gaya gravitasi (G-force) yang bisa sampai 4 hingga 8 kali lipat berat badan normal (4-8 G). Astronot yang telah berbulan-bulan di gravitasi nol dan massa ototnya menyusut akan merasa seperti dadanya ditindih, sesak napas, bahkan bisa bikin pingsan karena darah yang ketarik semua ke kaki.

Belum lagi guncangan kapsul yang hebat ketika parasut pertama (drogue chutes) terbuka untuk menahan laju jatuh yang bikin pusing dan mual di tengah suhu kabin yang mulai naik panas.

Pendaratannya pun tidak kalah ekstrem apalagi kalau pakai kapsul Soyuz yang mendarat di daratan dengan roket pengerem kecil (soft landing engines) sesaat sebelum menyentuh tanah. Meskipun namanya soft, hantamannya tetep terasa kerasnya hingga membuat tulang belakang astronot cedera apabila posisi duduknya tidak presisi.

Buat astronot ini transisi fisik paling menyakitkan dari kondisi melayang tanpa beban langsung mendapat beban gravitasi penuh dalam waktu singkat, membuat sistem keseimbangan di telinga dalam mereka kacau hingga tidak bisa berdiri tegak saat keluar kapsul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....