Aplikasi Matemu Mudahkan GenZ Belajar Tradisi Otonan

  • 02 Feb 2026 09:24 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar-  Ketua Tim proyekMatemu” Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI ) Bali, Made Widya Anggara mengatakan, aplikasi web Matemu menawarkan solusi praktis bagi masyarakat untuk memahami identitas kelahiran dan kecocokan pasangan, berdasarkan perhitungan tradisional Bali. Melalui antarmuka yang sangat sederhana, pengguna kini dapat mengakses data pawetonan, yang selama ini dianggap rumit oleh sebagian besar anak muda atau generasi Z.

Anggara menjelaskan,cara penggunaan aplikasi ini sangat mudah, di mana pengguna cukup masuk ke laman web resmi matemu.nusaheritage.id, dan memilih berbagai fitur ramalan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Dalam fitur peramalan jodoh, pengguna cukup menginput tanggal lahir pasangan untuk mendapatkan persentase kecocokan berdasarkan konsep Tri Pramana," jelas Anggara ketika diwawancara di Gedung Kriya Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu, 1 Februari 2026. 

Selain itu, tersedia pula fitur peramalan waktu pernikahan, yang mampu memprediksi kondisi rumah tangga dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Anggara menambahkan terdapat juga fitur pencarian jodoh, yang memungkinkan pengguna mencari calon pasangan dengan parameter tahun kelahiran tertentu, agar mendapatkan hasil yang akurat secara tradisional. Sistem digital tersebut akan bekerja mencari kesesuaian berdasarkan parameter Triwara serta Saptawara, untuk memberikan referensi yang relevan bagi mereka yang sedang mencari pasangan hidup.

Tidak hanya urusan asmara, menurut Anggara platform ini juga sangat membantu dalam penentuan jadwal ritual keagamaan pribadi, bagi individu yang belum memahami kalender Bali sepenuhnya. 

"Kami juga menyediakan fitur ramalan otonan untuk menentukan kapan jadwal otonan berikutnya, lengkap dengan informasi zodiak, sifat, hingga warna keberuntungan seseorang," ungkap Anggara.

Hingga saat ini, aplikasi tersebut belum memberlakukan batasan usia bagi penggunanya, karena fungsi utamanya adalah sebagai media edukasi berbasis permainan atau gamifikasi yang bersifat inklusif. Dikatakan Anggara ia bersama anggota tim pengembang  lainnya berencana akan terus mempromosikan aplikasi ini, ke berbagai ajang kebudayaan di kampus-kampus atau instansi lain, guna memperluas jangkauan edukasi budaya Bali secara masif.

Kehadiran aplikasi “Metemu” diharapkan dapat menjadi jembatan ilmu pengetahuan, yang menghubungkan antara naskah kuno dan kebutuhan informasi masyarakat di masa kini yang serba cepat. Dengan dukungan teknologi, mempelajari warisan leluhur tidak lagi menjadi hal yang membosankan bagi generasi muda Bali, yang ingin tetap memegang teguh identitas budayanya.

Anggara menekgaskan melalui pengembangan fitur yang berkelanjutan, aplikasi ini diproyeksikan akan menjadi referensi digital yang diperhitungkan, dalam upaya digitalisasi naskah dan budaya lokal Bali. Ke depannya, tim pengembang akan terus melakukan pembaruan data berdasarkan hasil riset tambahan, agar informasi yang ditampilkan tetap relevan dan akurat bagi publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....