INSTIKI Bali Ciptakan Aplikasi “Matemu”

  • 02 Feb 2026 09:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Mahasiswa Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) Bali meluncurkan aplikasi "Matemu", sebuah platform digital yang mengonversi ilmu peramalan kuno Bali ke dalam sistem berbasis web. Inovasi ini hadir, sebagai upaya menjembatani tradisi leluhur dengan gaya hidup modern generasi Z, yang sangat identik dengan penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Proyek Matemu ini merupakan sebuah konsep peramalan jodoh dari dasar konsep Bali yang diambil dari Tri Pramana yaitu Pancawara, Saptawara serta Sadwara," ujar Ketua Tim proyekMatemu” INSTIKI  Bali, Made Widya Anggara, ketika diwawancara di sela – sela pameran Bulan Bahasa Bali, di Gedung Kriya Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu, 1 Februari 20206. 

Ia menjelaskan bahwa aplikasi ini menghitung urip laki-laki dan Perempuan, yang kemudian diproses menggunakan metode modulo atau sisa bagi, untuk menghasilkan kriteria kecocokan sesuai literatur jurnal terpercaya.

Anggara mengatakan, ide pengembangan aplikasi ini muncul secara spontan, hanya dua hari sebelum pameran Bulan Bahasa Bali dimulai, setelah adanya dorongan dari pihak dosen kampus untuk menciptakan karya berbasis budaya. Meskipun persiapannya sangat singkat, menurut Anggara aplikasi ini sudah berjalan stabil.

Aplikasi tersebut dapat diakses oleh khalayak ramai, melalui alamat situs resmi matemu.nusaheritage.id menggunakan peramban di telepon pintar. Anggara bersama dua rekannya yaitu Pande, dan Wisnu menekankan bahwa meski menggunakan data jurnal, hasil ramalan tidak boleh dipercayai sepenuhnya secara mutlak oleh para penggunanya.

Aplikasi ini sengaja dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna agar menarik minat anak muda yang selama ini merasa asing dengan naskah-naskah kuno Bali. 

"Kami ingin agar budaya Bali ini tidak hilang begitu saja, maka kami mencoba mengemasnya menjadi sebuah permainan atau gamifikasi yang digemari anak zaman sekarang," ungkap Anggara.

Menurut Anggara respon pengunjung di hari pertama pameran bulan Bahasa Bali, menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat mereka mencoba fitur-fitur interaktif yang tersedia di stan INSTIKI. Hal ini membuktikan pendekatan teknologi, merupakan cara yang sangat efektif untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai tradisional kepada khalayak luas di era digital ini.

Anggara pun berharap aplikasi ini dapat memicu kreativitas pemuda Bali lainnya, untuk terus melestarikan warisan budaya melalui berbagai media inovatif yang lebih mudah dipelajari oleh masyarakat. Ia bersama timnya berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem ini, agar mampu memberikan dampak edukasi yang lebih luas bagi pelestarian tradisi dan budaya Bali.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....