Ini Rahasia Sungai-sungai Bersih di Jepang

  • 20 Sep 2025 20:18 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Bagi siapa pun yang pernah mengunjungi Jepang, kebersihan lingkungannya adalah salah satu hal yang paling menarik perhatian. Bukan hanya jalanan, sungai dan selokan di sana pun memiliki air yang sangat jernih. Keindahan ini bukanlah keajaiban, melainkan hasil dari komitmen kuat pemerintah dan masyarakat Jepang terhadap lingkungan.

Namun, kebersihan sungai di Jepang tidak datang begitu saja. Sebelum tahun 1972, Jepang pernah menghadapi masalah sampah yang sangat serius. Tumpukan sampah memenuhi jalan, sungai, dan laut.

Sungai Sumida di Tokyo, yang dulunya menjadi pusat rekreasi, berubah menjadi "sungai kematian" pada tahun 1960-an karena polusi dari limbah pabrik dan rumah tangga. Tingkat polusi di sana, yang diukur dengan Biochemical Oxygen Demand (BOD), sempat mencapai puncaknya di angka 63 mg/l—sangat tinggi dan berbahaya bagi kehidupan air. Pemerintah Jepang kala itu mengambil langkah-langkah luar biasa yang melibatkan kombinasi peraturan ketat, infrastruktur canggih, dan partisipasi publik.

Salah satu kunci utama adalah kerangka hukum yang kuat. The River Law adalah kerangka hukum paling mendasar untuk mengelola sungai di Jepang. Undang-undang ini pertama kali disahkan pada tahun 1896 dan diamandemen pada tahun 1964 dan 1997. Tujuan utamanya adalah untuk berkontribusi pada konservasi lahan, mencegah kerusakan akibat banjir dan gelombang pasang, dan mempromosikan kesejahteraan publik dengan mengelola sungai secara komprehensif.

Sementara itu, pemberlakuan aturan pembuangan sampah juga sangat ketat. Aturan ini terus berkembang, bahkan memerlukan kalender khusus untuk jadwal pembuangan. Sistem pemilahan sampah di Jepang sangat terperinci, membaginya ke dalam banyak kategori seperti sampah organik, kertas, plastik, hingga sampah berbahaya. Membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai, adalah pelanggaran besar. Pelakunya bisa dikenai sanksi berat, mulai dari denda hingga sanksi sosial.

Berbeda dengan banyak negara yang mengalirkan limbah rumah tangga langsung ke sungai, Jepang memiliki sistem pengelolaan terpisah. Di sana, selokan dan sungai hanya diperuntukkan bagi air hujan. Semua air limbah dari rumah dan gedung dialirkan melalui pipa khusus menuju Sewerage Treatment Plant (STP). Di fasilitas inilah air kotor diolah dan dijernihkan terlebih dahulu sebelum dilepas kembali ke lingkungan.

Berkat regulasi yang ketat, infrastruktur yang memadai, dan partisipasi aktif masyarakat , tingkat polusi di Sungai Sumida kini turun drastis, memungkinkan kembalinya ikan dan burung. Keberhasilan Jepang menunjukkan bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, diperlukan komitmen bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....