April Hingga Oktober, Angin Muson Timur Berhembus

  • 23 Jun 2025 13:22 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Monsun atau muson merupakan angin musim yang bertiup secara periodik setiap setengah tahun, disebabkan oleh perbedaan suhu antara belahan bumi utara dan selatan. Muson sangat memengaruhi iklim, terutama di wilayah Samudra Hindia dan Asia bagian selatan, termasuk Indonesia. Muson mirip dengan angin laut, tetapi ukurannya lebih besar, lebih kuat, dan lebih konstan. Di Indonesia, angin muson menjadi penentu utama pola iklim tahunan. Nama "monsun" berasal dari bahasa Arab mawsim yang berarti "musim", dan diserap ke dalam bahasa Belanda (moesson) lalu bahasa Inggris (monsoon).

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudra, sehingga memiliki pola angin musiman yang sangat khas. Salah satu pola angin musiman yang penting dikenal adalah angin muson timur. Angin ini berhembus dari benua Australia menuju Asia melalui wilayah Indonesia, dan terjadi setiap tahun antara bulan April hingga Oktober. Pada periode inilah Indonesia memasuki musim kemarau.

Dirangkum dari website BMKG, secara astronomis, saat angin muson timur bertiup, posisi matahari berada di belahan bumi utara, tepatnya di sekitar 23,5° Lintang Utara. Hal ini menyebabkan wilayah Asia menerima sinar matahari dalam jumlah besar, menjadikan suhu udara di kawasan ini relatif tinggi, dan tekanan udaranya menjadi rendah. Sementara itu, benua Australia sedang mengalami musim dingin dengan suhu yang lebih rendah dan tekanan udara yang lebih tinggi. Perbedaan tekanan inilah yang memicu pergerakan angin dari Australia ke Asia.

Namun, ada satu ciri khas dari angin muson timur, yaitu kandungan uap airnya yang rendah. Hal ini terjadi karena angin tersebut melewati perairan yang relatif sempit dan pendek, sehingga tidak sempat menyerap banyak kelembaban. Akibatnya, angin muson timur bersifat kering dan menyebabkan curah hujan di Indonesia menjadi sangat rendah, terutama di bagian selatan dan tengah kepulauan.

Dalam konteks iklim, Indonesia dipengaruhi oleh tiga jenis iklim utama: iklim laut, iklim panas, dan iklim musim (muson). Iklim muson ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman seperti angin muson barat dan angin muson timur. Jika angin muson barat membawa udara lembap dari Samudra Hindia dan menyebabkan musim hujan, maka angin muson timur justru membawa udara kering yang mendatangkan musim kemarau.

Meski musim kemarau sering diidentikkan dengan kekeringan, bukan berarti angin muson timur selalu berdampak negatif. Justru, dampak positifnya sangat dirasakan oleh petani dan nelayan. Para petani, misalnya, bisa melakukan panen atau pengeringan hasil pertanian tanpa terganggu hujan. Sementara itu, cuaca yang cerah dan laut yang tenang menjadi kondisi ideal bagi nelayan untuk melaut. Memahami pola angin musiman seperti angin muson sangat penting, terutama dalam bidang pertanian, perikanan, hingga mitigasi bencana.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....