Kenapa Api Flare Tetap Menyala Meski dalam Air?

  • 24 Mar 2025 14:25 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Flare atau suar darurat bisa menyala di dalam air karena menggunakan bahan kimia khusus yang tidak bergantung pada oksigen dari udara untuk proses pembakarannya. Berikut beberapa alasan utama mengapa flare tetap bisa menyala meskipun berada di dalam air:

1. Menggunakan Oksidator Sendiri

Flare mengandung zat oksidator, seperti kalium perklorat (KClO₄) atau stronsium nitrat (Sr(NO₃)₂), yang menyediakan oksigen untuk reaksi pembakaran. Ini berarti flare tidak memerlukan oksigen dari udara, sehingga tetap bisa menyala meskipun berada di dalam air.

2. Reaksi Eksotermik yang Kuat

Bahan kimia dalam flare menghasilkan panas yang sangat tinggi saat terbakar, sering kali mencapai suhu lebih dari 1.000°C. Panas ini cukup untuk menguapkan air di sekitarnya, mencegah air memadamkan api sebelum reaksi pembakaran selesai.

3. Menggunakan Bahan Tahan Air

Flare bawah air dibuat dengan bahan yang tidak mudah larut atau rusak saat terkena air. Lapisan pelindung ini menjaga komponen dalam flare tetap kering dan memungkinkan pembakaran berlanjut bahkan dalam kondisi basah.

4. Menghasilkan Gas Panas dan Tekanan Tinggi

Saat terbakar, flare melepaskan gas panas dalam jumlah besar yang menciptakan tekanan tinggi. Tekanan ini membantu mencegah air masuk ke dalam bagian yang terbakar, sehingga api tetap menyala.

Karena sifat-sifat ini, flare sering digunakan dalam operasi penyelamatan di laut, militer, atau aktivitas penyelaman. Mereka dirancang khusus agar tetap efektif meskipun digunakan dalam kondisi ekstrem.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....