Rantang, Tempat Makanan Ramah Lingkungan
- 11 Mar 2025 11:06 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Apakah anda masih akrab dengan benda yang satu ini?
Adalah Rantang, atau dikenal juga sebagai panci susun, merupakan kotak bekal yang digunakan secara luas di berbagai negara, terutama di Asia dan Karibia. Dalam bahasa Inggris, wadah ini disebut tiffin atau dabbas. Dilansir dari berbagai sumber, awalnya, rantang banyak digunakan di India sebelum akhirnya menyebar ke berbagai wilayah seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Guyana, Suriname, serta Trinidad dan Tobago. Selain itu, perangkat serupa juga digunakan di Hungaria untuk mengangkut makanan dari restoran ke rumah. Versi Hungaria dari rantang umumnya terdiri dari tiga bagian yang berisi sup, hidangan utama, dan sepotong kue sebagai pencuci mulut. Sementara itu, di Jerman, terdapat alat serupa yang dikenal sebagai Henkelmann, yang dulu sangat populer hingga tahun 1960-an tetapi kini jarang digunakan.
Salah satu contoh penggunaan rantang yang paling terkenal dapat ditemukan di kota Mumbai, India. Di sana, terdapat sistem pengiriman makan siang yang sangat efisien, di mana pekerja pengantar makanan yang disebut dabbawala bertugas mengantarkan makan siang dalam rantang kepada para pekerja kerah putih. Makanan ini biasanya berasal dari rumah di pinggiran kota atau dari layanan katering. Sistem ini telah berjalan dengan baik selama bertahun-tahun dan bahkan menjadi contoh efisiensi logistik yang dipelajari oleh berbagai akademisi.
Di berbagai negara, rantang memiliki sebutan yang berbeda. Dalam bahasa Inggris, wadah ini dikenal sebagai tiffin carriers, sementara di Malaysia disebut mangkuk tingkat. Di Thailand, rantang disebut Pin To (ปิ่นโต), sedangkan di Kamboja dikenal dengan nama Chan Srak (ចានស្រាក់). Dalam bahasa Hokkien, wadah ini disebut Uánn-tsân (碗層), sementara di negara-negara Arab, rantang disebut safartas (سفرطاس), yang berasal dari bahasa Turki "sefer tası" yang berarti ‘mangkuk perjalanan’. Di Hungaria, wadah ini disebut éthordó, yang berarti ‘pembawa makanan’.
Menariknya, kata "rantang" telah diserap ke dalam bahasa Belanda, mengingat penggunaannya yang luas di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, masyarakat Indonesia banyak menggunakan rantang sebagai wadah makanan, dan para penjajah Belanda mulai mengadopsinya karena dinilai lebih efisien. Meskipun demikian, asal-usul kata "rantang" sendiri hingga kini masih belum diketahui dengan pasti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....