Fenomena Square Wave, Mempesona Tetapi Mematikan

  • 25 Feb 2025 08:16 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar: Secara umum, gelombang di laut bergerak sejajar dengan garis pantai. Namun, dalam kondisi tertentu, dua sistem gelombang yang datang dari arah berbeda dapat bertemu dan membentuk pola seperti papan catur di permukaan air. Fenomena ini dikenal dengan berbagai macam nama, sesuai penutur daerah terjadinya. Ada yang menyebutnya square wave, cross-sea, quilting atau gelombang silang. Gelombang silang terjadi ketika dua sistem gelombang berpapasan dengan sudut hampir tegak lurus, biasanya akibat pola cuaca tertentu yang mempengaruhi arah angin dan gelombang di lautan. Hasilnya adalah pola kotak-kotak yang tampak seperti ada grid raksasa di atas air.

Meskipun tampak memukau jika dilihat dari atas, gelombang persegi sangat berbahaya. Dikutip dari surfertoday, gelombang yang bisa mencapai ketinggian hingga tiga meter ini memiliki arus yang sulit diprediksi. Ketika dua sistem gelombang bertemu dari arah yang berbeda, perairan menjadi sangat tidak stabil dan dapat menciptakan arus rip yang kuat. Arus ini mampu menarik seseorang ke tengah laut dalam waktu singkat, bahkan bagi peselancar berpengalaman sekalipun. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi siapa pun yang melihat pola gelombang ini di permukaan laut untuk segera keluar dari air dan menjauhi perairan tersebut. Bahkan, banyak kecelakaan kapal terjadi akibat kondisi laut yang dipengaruhi oleh gelombang silang. Menurut data dari European Space Agency (ESA), gelombang silang telah menjadi penyebab utama berbagai kecelakaan kapal antara tahun 1995 hingga 1999. Salah satu contoh nyata adalah saat kapal penelitian Jerman, RV Polarstern, mencatat peristiwa gelombang besar yang mengguncang kapal akibat interaksi gelombang silang ini.

Gelombang persegi merupakan fenomena alam langka yang telah diamati di berbagai lokasi di dunia. Salah satu tempat paling terkenal untuk menyaksikan fenomena ini adalah Île de Ré di Prancis, di mana pola gelombang kotak sering terlihat di perairan sekitar pulau tersebut. Selain itu, beberapa pantai di Portugal, terutama di sekitar Lisbon, juga mengalami pola gelombang serupa. Di belahan bumi selatan, Pantai Whangamatā di Selandia Baru menjadi salah satu lokasi yang jarang tetapi pernah mengalami fenomena ini. Tak hanya itu, beberapa wilayah terbuka di Kepulauan Pasifik dan Atlantik juga dapat mengalami gelombang persegi, terutama di perairan yang terpengaruh oleh pertemuan arus laut dari berbagai arah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....