Robot Ikut Demo di Polandia Tuntut Regulasi AI
- 28 Sep 2026 12:18 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Warsawa - Ada pemandangan berbeda yang terlihat di kawasan Warsawa, Polandia, 7 September 2026 lalu. Sekitar 30 robot terlihat turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kementerian Urusan Digital Polandia.
Dirangkum dari berbagai sumber berita setempat, "Peserta" aksi ini beragam, ada robot humanoid yang berjalan dengan dua kaki hingga robot berkaki empat yang menyerupai hewan anjing. Robot-robot tersebut berbaris, berjalan mengelilingi area demonstrasi, dan mengibarkan bendera, sementara sejumlah slogan tuntutan juga terdengar dari pengeras suara (speaker) selama aksi berlangsung.
Yang menarik, aksi tersebut justru membawa tuntutan yang berkaitan dengan teknologi di balik robot itu sendiri. Mereka menyerukan agar penggunaan kecerdasan buatan (AI) diatur lebih ketat dan pekerja yang terancam otomatisasi karena AI bisa mendapat perlindungan.
Slogan yang diputar lewat speaker selama demonstrasi mencakup, "lindungi lapangan kerja", "saatnya membuat aturan", hingga "jangan menunggu, buat regulasi".
Tentu saja, robot-robot itu tidak mendadak "random" dan berinisiatif memutuskan turun ke jalan untuk melakukan protes. Aksi ini digagas oleh Democratism, sebuah kelompok inisiatif yang ingin membuka mengenai dampak perkembangan AI dan robotisasi terhadap pasar tenaga kerja.
Salah satu anggota penyelanggara demonstrasi, Grzegorz Kulz mengatakan pihaknya ingin menyoroti kemungkinan pekerjaan manusia digantikan oleh robot humanoid maupun AI. Dikutip dari Newsgram, robot sengaja ia libatkan untuk menunjukkan bahwa teknologi yang belakangan ini digembar-gemborkan sebagai bagian dari masa depan sebenarnya sudah tersedia saat ini.
"Kami terutama ingin menyoroti persoalan mengenai kemungkinan manusia digantikan, baik oleh robot humanoid maupun oleh AI dalam pekerjaan kognitif," kata penyelenggara aksi, Grzegorz Kulis, kepada AFP. Menurut Kulis, perkembangan AI dan robotika wajib diikuti aturan yang dapat memberikan perlindungan kepada pekerja.
Jika tidak segera dibuat, ia khawatir perkembangannya akan menimbulkan masalah besar di masa depan. "Robot-robot ini sudah bisa bergerak bebas, mereka bahkan sudah bisa berunjuk rasa," kata kulis.
Aksi demo yang dilakukan puluhan robot humanoid ini berlangsung di tengah upaya Polandia menerapkan aturan mengenai kecerdasan buatan. Menteri Urusan Digital Polandia, Kryzgsztof Gawkowski bahkan datang langsung ke lokasi dan berbicara dengan Kulis.
Aksi demo yang dilakukan puluhan robot humanoid ini berlangsung di tengah upaya Polandia menerapkan aturan mengenai kecerdasan buatan. Pada Juli 2026, Presiden Polandia Karol Nawrocki menandatangani UU yang diajukan Kementerian Urusan Digital untuk menerapkan AI Act Uni Eropa di negara tersebut.
Aturan ini membentuk kerangka hukum pertama di dunia yang mengatur penggunaan teknologi kecerdasan buatan berdasarkan tingkat risiko. Uni Eropa sendiri sudah memberlakukan AI Act sejak 2024, dengan banyak ketentuan baru mulai berlaku pada Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....