Starship Angkut Satelit Starlink Generasi Baru

  • 17 Jul 2026 21:23 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Texas - SpaceX bersiap menjalankan misi penting yang tidak hanya menguji roket Starship, tetapi juga menjadi langkah awal pengiriman satelit internet Starlink generasi terbaru ke orbit. Peluncuran ini dapat dilakukan setelah Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memberikan izin bagi perusahaan untuk kembali menerbangkan Starship.

Dilansir dari TechCrunch, Selasa 14 Juli 2026, SpaceX menyebut peluncuran berikutnya dijadwalkan paling cepat Kamis, 16 Juli. Misi tersebut akan menjadi penerbangan kedua untuk Starship versi ketiga (V3).

Berbeda dengan uji coba sebelumnya yang hanya membawa muatan simulasi, kali ini Starship akan mengangkut 20 satelit Starlink V3. Satelit generasi baru tersebut diharapkan memiliki kapasitas lebih besar untuk mendukung layanan internet berbasis satelit yang terus diperluas SpaceX di berbagai negara.

Izin peluncuran diberikan setelah investigasi bersama SpaceX dan FAA menyelesaikan penyelidikan atas kegagalan uji terbang pada 22 Mei lalu. Saat itu, roket berhasil mencapai sejumlah target penerbangan, tetapi pendorong Super Heavy gagal melakukan simulasi pendaratan karena mesin tidak menyala kembali sesuai rencana.

FAA menyebut penyebab yang paling mungkin berasal dari "efek panas pada komponen sistem propulsi selama kenaikan [roket] dan pengaturan sistem alarm mesin yang keliru." Sementara itu, SpaceX menemukan bahwa variasi kecil saat proses penyalaan mesin membuat booster berputar sekitar 90 derajat ke arah yang salah setelah pemisahan dari roket utama.

Untuk mencegah kejadian serupa, perusahaan melakukan perubahan pada urutan penyalaan mesin, meningkatkan keandalan proses penyalaan ulang, serta memperbarui sistem alarm mesin dan prosedur pembatalan penerbangan. SpaceX juga memperkuat sejumlah komponen pada bagian atas roket agar mesin Raptor di ruang hampa dapat bekerja lebih andal.

Misi kali ini menjadi penting karena Starship merupakan fondasi utama rencana jangka panjang SpaceX. Roket ini dirancang sebagai sistem peluncuran yang dapat digunakan kembali sepenuhnya sehingga biaya pengiriman satelit, kargo, hingga misi antariksa berawak dapat ditekan dibandingkan roket sekali pakai.

SpaceX selama ini dikenal menggunakan pendekatan pengembangan yang cepat melalui filosofi "fly, fail, fix", yaitu menguji sistem secara langsung, mempelajari kegagalannya, lalu melakukan perbaikan sebelum penerbangan berikutnya. Pendekatan tersebut membuat proses pengembangan berlangsung lebih cepat, meski beberapa uji coba sebelumnya berakhir dengan ledakan yang oleh CEO Elon Musk kerap disebut sebagai "rapid unscheduled disassembly."

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Keberhasilan misi Starship V3 juga akan berpengaruh terhadap bisnis Starlink yang saat ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama SpaceX. Selain memperluas jaringan internet satelit global, Starship diharapkan menjadi kendaraan utama untuk mendukung misi eksplorasi Bulan dalam program Artemis NASA dan rencana jangka panjang pengiriman manusia ke Mars.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....