Kebocoran Data Klinik di Australia Berpotensi Picu Kasus Penipuan
- 17 Jul 2026 21:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Australia - Jaringan layanan kesehatan Partnered Health mengingatkan pasien untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan setelah menjadi korban serangan siber yang membobol data sejumlah kliniknya. Perusahaan tersebut menyadari adanya insiden ini berawal pada 23 Juni 2016 dan sampai 2026 masih menyelidiki dampak keseluruhannya.
Partnered Health mengelola 57 klinik dokter umum (GP) dan klinik kanker kulit di berbagai wilayah Australia. Perusahaan mengungkapkan bahwa peretas berhasil mengakses sekaligus mengambil informasi pribadi, termasuk data kesehatan, dari sebagian klinik dalam jaringannya.
Dalam pemberitahuan resmi, perusahaan menyatakan, "Our investigations to date have confirmed that personal information, including health information, was taken from some of the clinics in our network." Mereka menambahkan bahwa proses investigasi masih berlangsung sambil menghubungi pasien yang terdampak.
Sebagian pasien mulai menerima pemberitahuan, sementara Partnered Health bekerja sama dengan kepolisian, Australian Cyber Security Centre (ACSC), dan pakar keamanan siber untuk menangani kasus tersebut. Keterlibatan ACSC merupakan prosedur umum di Australia dalam merespons insiden siber yang menyasar organisasi penting, termasuk sektor layanan kesehatan.
Sejauh ini, sebanyak 16 klinik di Melbourne, Sydney, Canberra, Gold Coast, Sunshine Coast, dan Coffs Harbour dipastikan terdampak. Selain itu, lima klinik lainnya, termasuk beberapa yang berada di Australia Barat, masih dalam tahap penyelidikan.
Informasi yang diduga dicuri mencakup nama, alamat, nomor kontak, data Medicare, informasi asuransi kesehatan swasta, hingga dokumen medis seperti catatan konsultasi, surat rujukan, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Data kesehatan termasuk kategori informasi yang sangat sensitif karena dapat dimanfaatkan untuk pencurian identitas, penipuan, maupun rekayasa sosial (social engineering).
Untuk mengurangi risiko penyebaran data, Partnered Health telah memperoleh perintah sementara dari Mahkamah Agung New South Wales. Perusahaan menyatakan, "To help protect our patients and people we have obtained an interim injunction from the Supreme Court of New South Wales ordering that the accessed data is not used or published."
Partnered Health juga mengimbau pasien agar berhati-hati jika menerima email, pesan singkat, atau panggilan telepon yang mengatasnamakan layanan kesehatan dan menyebutkan informasi medis pribadi. Perusahaan telah berkoordinasi dengan Services Australia untuk melakukan pemantauan tambahan terhadap pasien yang kemungkinan data Medicare-nya ikut terdampak.
Kasus ini kembali menunjukkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu target utama serangan siber karena menyimpan data pribadi dan rekam medis yang bernilai tinggi. Pakar keamanan siber umumnya menyarankan korban kebocoran data untuk mengganti kata sandi akun terkait, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta mewaspadai segala bentuk permintaan data pribadi yang mencurigakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....