China Telah Siapkan Cetak Biru AI untuk Ekonomi dalam Negeri

  • 25 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Washington DC - China tidak hanya mengandalkan investasi besar untuk memenangkan persaingan kecerdasan buatan (AI), tetapi juga memilih jalur yang berbeda dari banyak perusahaan teknologi Amerika Serikat. Dikutip dari WSJ pada 23 Juni 2026, melalui strategi open-source atau sumber terbuka, Beijing berupaya mempercepat penyebaran teknologi AI sekaligus membangun ekosistem global yang dapat mendukung ambisinya menjadi pemimpin AI dunia pada 2030.

Arah kebijakan tersebut tertuang dalam cetak biru teknologi terbaru yang menjadi bagian dari Rencana Lima Tahun ke-15 hingga 2030. Dalam dokumen tersebut, pemerintah China menempatkan AI sebagai fondasi utama bagi berbagai industri masa depan, mulai dari robot humanoid, mobil terbang, hingga teknologi antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface.

Target yang dipasang terbilang ambisius. Beijing ingin AI menjadi bagian dari 90% aktivitas ekonomi nasional pada 2030, menjadikannya bukan sekadar alat bantu digital, melainkan teknologi inti yang menggerakkan sektor manufaktur, layanan publik, logistik, hingga bisnis modern.

Berbeda dengan pendekatan sejumlah perusahaan AI asal Amerika Serikat yang mengandalkan model tertutup dan layanan berbayar, banyak pengembang AI China justru membuka akses teknologi mereka kepada publik. Strategi ini memungkinkan pengembang, perusahaan rintisan, hingga institusi pendidikan untuk mengadopsi dan memodifikasi model AI dengan biaya yang lebih rendah.

Pendekatan tersebut dinilai dapat mempercepat penyebaran teknologi sekaligus memperluas komunitas pengguna. Semakin banyak pengembang yang menggunakan teknologi AI buatan China, semakin besar pula peluang negara tersebut membangun standar dan pengaruh global di sektor kecerdasan buatan.

Peneliti Brookings Institute, Kyle Chan, menilai strategi ini memiliki tujuan jangka panjang yang jelas. "Pendekatan open-source China bertujuan mendorong adopsi dengan memberikan model AI secara gratis, membangun ekosistem perangkat lunak yang lebih luas, lalu menawarkan layanan berbayar untuk integrasi dan dukungan teknis," ujarnya.

Langkah tersebut mirip dengan strategi yang pernah digunakan sejumlah perusahaan teknologi besar dalam membangun dominasi platform digital. Dengan memperluas basis pengguna terlebih dahulu, perusahaan atau negara dapat menciptakan ketergantungan ekosistem sebelum memperoleh keuntungan dari layanan tambahan yang bernilai lebih tinggi.

Ambisi AI China juga didukung investasi besar di berbagai sektor strategis. Pemerintah mengalokasikan sumber daya untuk pengembangan robot humanoid, komputasi kuantum, teknologi fusi nuklir, biomanufaktur, jaringan komunikasi 6G, hingga industri penerbangan rendah yang mencakup mobil terbang dan layanan drone.

Hampir seluruh sektor tersebut memiliki satu kesamaan, yakni menjadikan AI sebagai pusat kendali utama. Pemerintah China tampaknya ingin memastikan kecerdasan buatan tidak hanya hadir dalam bentuk aplikasi digital, tetapi juga menjadi "otak" yang mengoperasikan perangkat, kendaraan, dan infrastruktur masa depan.

Transformasi tersebut mulai terlihat di berbagai sektor industri China saat ini. Produsen kendaraan telah menyematkan fitur asisten AI dan kemampuan mengemudi cerdas pada mobil mereka, sementara perusahaan teknologi berlomba menghadirkan perangkat wearable yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan.

Di industri kreatif, perkembangan model AI generatif buatan China juga menarik perhatian global. Beberapa model pembuat video terbaru disebut mampu menghasilkan konten visual yang sangat realistis sehingga memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri film dan hiburan mengenai potensi disrupsi teknologi tersebut.

Meski demikian, jalan China menuju posisi puncak industri AI dunia masih menghadapi hambatan besar. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan akses terhadap chip AI berperforma tinggi yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI dalam skala masif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....