Ajang Miss Grand International Edisi All Stars Tuai Kontroversi Skor Preliminary

  • 30 Mei 2026 13:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – MGI All Stars adalah edisi spesial dari kontes kecantikan internasional Miss Grand International (MGI). Edisi ini diumumkan secara publik pada Desember 2025 lalu dan dirancang untuk membawa kembali mantan ratu kecantikan dari MGI atau kontes nasional dan internasional lainnya untuk berkompetisi kembali.

Dikutip dari video tiktok milik influencer bernama Gandhi Fernando ia mengatakan bahwa, Ajang Miss Grand international (MGI) edisi all star yang berlangsung di Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu ini menuai kontroversi. Ia juga menambahkan bahwa pada season ini cukup berbeda dari sebelumnya. Bedanya, publik dapat melihat skor yang diperoleh oleh masing-masing kontestan secara langsung di layar studio.

Ajang ini ramai diperbincangkan publik dan menuai kontroversi para penggemarnya karena pemberian skor oleh beberapa juri. Pasalnya, skor yang diberikan juri saat preliminary dinilai terlalu rendah atau di bawah rata-rata.

Juri Omar Harfouch dan Osmel Sousa dikatakan sering memberikan nilai di bawah 5 bahkan Omar tidak segan memberi nilai 1, 2 atau 3 kepada kontestannya. Dalam video tersebut disebutkan kalau beliau sudah suka dengan kontestannya, ia juga bisa langsung memberikan nilai 9 bahkan 10.

Gandhi mengatakan bahwa saat itu ia dan timnya dari Indonesia sedang berada di MGI Hall Bangkok menonton acara preliminary tersebut secara langsung. Ia menambahkan bahwa setiap nilainya itu keluar dari layar besar dan se-audi langsung teriak kalau nilainya rendah banget.

Di backstage pun ia melihat banyak kontestan yang menangis dan langsung down. Apalagi dalam sesi bareface saat wajah mereka ditampilkan di layar, mereka tetap diberikan nilai 1 sampai 3. Hal tersebut menandakan bahwa secara tidak langsung Omar dan Osmel menilai penampilan kontestan tersebut sangat tidak layak.

Menurut Gandhi, penilaian salah satu juri yaitu Omar dinilai kurang objektif. Omar hanya menilai dari sisi kecantikannya saja. Penilaian cantik atau tidak menurut standar Omar. Ia tidak menilai gaun, model rambut, cara berjalan dan penampilan secara keseluruhan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....