Microsoft Tawarkan 8.750 Karyawan hingga Direktur Senior Pensiun Dini
- 26 Apr 2026 17:49 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Washington - Berdasarkan laporan TechCrunch pada 24 April 2026, Microsoft dikabarkan menawarkan program pensiun dini atau buyout kepada ribuan karyawannya di Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi efisiensi. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan investasi perusahaan pada teknologi kecerdasan buatan (AI).
Program tersebut menyasar sekitar 7% dari total 125.000 karyawan Microsoft di AS per Juni 2025. Artinya, sekitar 8.750 karyawan berpotensi mengambil tawaran kompensasi untuk keluar secara sukarela dari perusahaan.
Program ini ditujukan bagi karyawan dengan jabatan direktur senior ke bawah. Syarat utamanya adalah gabungan usia dan masa kerja karyawan harus mencapai angka minimal 70.
Chief People Officer Microsoft, Amy Coleman, menyatakan bahwa program ini bertujuan memberi fleksibilitas bagi karyawan senior dalam menentukan langkah karier berikutnya. Perusahaan juga berkomitmen memberikan dukungan finansial yang memadai bagi peserta program tersebut.
Program buyout ini menjadi yang pertama dalam lebih dari 50 tahun sejarah Microsoft. Detail teknisnya dijadwalkan akan disampaikan kepada karyawan yang memenuhi syarat pada awal Mei 2026.
Di balik kebijakan ini, Microsoft sedang melakukan investasi besar-besaran di bidang AI, terutama untuk pembangunan pusat data global. Pada kuartal II/2026 saja, belanja modal perusahaan mencapai ratusan triliun rupiah untuk mendukung pengembangan infrastruktur tersebut.
Selain di Amerika, Microsoft juga berinvestasi besar di berbagai negara seperti Australia dan Jepang untuk memperkuat layanan cloud dan AI. Kebutuhan dana yang sangat besar ini membuat perusahaan harus menyesuaikan struktur organisasi agar tetap efisien.
Sebelumnya, Microsoft juga telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 15.000 karyawan pada tahun 2025. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan terus merampingkan operasional demi menjaga daya saing di industri teknologi.
Tidak hanya mengurangi jumlah tenaga kerja, Microsoft juga mengubah sistem kompensasi karyawan agar lebih fleksibel. Perubahan ini dilakukan untuk menjaga keuntungan perusahaan di tengah meningkatnya biaya operasional.
Tren efisiensi serupa juga dilakukan oleh perusahaan teknologi lain seperti Oracle dan Meta Platforms. Mereka juga mengurangi staf untuk mengimbangi lonjakan investasi dalam pengembangan AI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....