Kronologi Drama Donald Trump dan Elon Musk

  • 13 Jun 2025 13:46 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Hubungan antara Elon Musk dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengalami perubahan drastis dalam waktu singkat. Setelah sempat memberikan dukungan terbuka pada ajang pemilu Presiden AS 2024, Musk kini menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap pemerintahan Trump.

Pada Januari 2025, Donald Trump resmi kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Dalam masa jabatan terbarunya, Trump membentuk tim khusus bernama Department of Government Efficiency (DOGE), yang menarik perhatian publik. Kedekatan Trump dan Musk sempat menjadi sorotan nasional, terlebih ketika Trump secara terbuka menyebut Musk sebagai “pahlawan teknologi Amerika.”

Namun, hubungan keduanya mulai merenggang pada awal Juni 2025, ketika Musk melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan fiskal pemerintahan Trump. Dalam pernyataannya, Musk bahkan menyebut kebijakan tersebut sebagai sebuah "abomination" atau "menjijikkan".

Ketegangan memuncak pada 5 hingga 7 Juni, ketika keduanya terlibat dalam perseteruan terbuka di media sosial X, platform yang dimiliki Musk. Dalam salah satu unggahan yang kemudian dihapus, Musk menyinggung keterlibatan nama Trump dalam “Epstein Files”. Sebagai balasan, Trump menyebut Musk sebagai orang “gila” dan mengancam akan mencabut subsidi pemerintah untuk Tesla serta membatalkan kontrak-kontrak federal dengan SpaceX.

Konflik ini segera berdampak pada pasar keuangan. Pada 8 Juni 2025, saham Tesla anjlok hingga 14%, menghapus sekitar $150 miliar dari kapitalisasi pasarnya. Trump juga menyindir bahwa platform X milik Musk dapat diblokir dengan alasan keamanan nasional.

Drama politik ini kembali memanas pada 10 Juni, ketika muncul kabar bahwa Musk tengah mempertimbangkan pembentukan partai politik baru untuk menantang dominasi dua partai besar yang ada yakni Partai Republik dan Demokrat.

Kisah antara dua tokoh paling berpengaruh di Amerika ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian besar di kancah politik, ekonomi, dan teknologi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....