Peretasan Akibatkan Token Humanity Protocol Anjlok Lebih dari 80 Persen
- 25 Jul 2026 21:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kepercayaan pasar terhadap proyek identitas digital berbasis blockchain Humanity Protocol terguncang setelah token H kehilangan lebih dari 80 persen nilainya akibat insiden pencurian private key. Serangan tersebut mengakibatkan aset kripto senilai lebih dari US$32 juta berpindah ke tangan pelaku dan memicu aksi jual besar-besaran di pasar.
Dilansir dari Coindesk, insiden ini dilaporkan pada 9 Juni 2026, dengan pembaruan terakhir pukul 5:41 p.m. setelah sebelumnya dipublikasikan pada 12:54 p.m. Berdasarkan analisis data on-chain yang dikaji CoinDesk, sedikitnya 17 dompet kripto yang terkait dengan proyek tersebut telah dikuras, sementara nilai kerugian masih terus bertambah.
Pelaku diketahui tidak hanya memindahkan aset hasil curian, tetapi juga langsung menjual token H yang diperoleh ke dalam bentuk ether (ETH). Data blockchain juga menunjukkan peretas mencetak tambahan sekitar 100 juta token H di jaringan BNB Chain dengan nilai sekitar US$11 juta, sehingga meningkatkan tekanan jual terhadap aset tersebut.
Akibat aksi tersebut, harga token H merosot dari kisaran US$0,67 menjadi sekitar US$0,13 dan sempat menyentuh level US$0,05 dalam perdagangan harian. Penurunan tajam itu mencerminkan tingginya kepanikan investor ketika pasokan token di pasar tiba-tiba melonjak akibat aksi likuidasi oleh pelaku.
Humanity Protocol mengonfirmasi bahwa insiden tersebut berasal dari kompromi terhadap private key milik salah satu anggota Humanity Foundation. Pendiri Humanity Protocol, Terence Kwok, menyatakan para penyerang berhasil mengambil alih "private keys" yang menjadi akses utama untuk mengendalikan dompet kripto.
Sebagai langkah mitigasi, proyek tersebut meminta pengguna menghentikan sementara penggunaan layanan bridge dan liquidity pool hingga situasi dinyatakan aman. Tim Humanity Protocol juga mengatakan sedang bekerja sama dengan perusahaan keamanan siber serta mitra bursa kripto untuk membatasi dampak insiden tersebut.
Dalam pernyataannya, proyek tersebut mengimbau pengguna agar "stop touching its bridge" dan fasilitas likuiditas sampai proses penanganan selesai. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran dampak serangan ke aset atau transaksi lain yang masih berlangsung.
Humanity Protocol merupakan proyek identitas terdesentralisasi yang memanfaatkan biometrik pemindaian telapak tangan serta teknologi zero-knowledge proof. Pendekatan tersebut memungkinkan pengguna membuktikan bahwa mereka adalah manusia tanpa harus mengungkapkan data pribadi, sehingga diposisikan sebagai salah satu pesaing Worldcoin dalam pengembangan identitas digital berbasis blockchain.
Di tengah insiden tersebut, pasar juga menyoroti rencana pembukaan (unlock) sekitar 266 juta token H senilai kurang lebih US$28 juta yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni. Token tersebut berasal dari enam alokasi berbeda, termasuk kas yayasan dan cadangan strategis, sehingga berpotensi menambah tekanan jual apabila dilepas ke pasar.
Sebelum insiden ini terjadi, Humanity Protocol telah memperoleh pendanaan sebesar US$50 juta dari 27 investor. Sejumlah nama besar yang berpartisipasi dalam pendanaan tersebut antara lain Jump Crypto, Hex Trust, dan Kingsway Capital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....