Serangan Supply Chain Kembali Bidik Microsoft di Juni 2026
- 25 Jul 2026 21:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Washington - Microsoft kembali menghadapi insiden keamanan siber yang menyoroti kerentanan rantai pasok perangkat lunak (software supply chain). Kali ini, puluhan proyek open source milik perusahaan di GitHub harus dinonaktifkan setelah ditemukan adanya kode berbahaya yang diduga digunakan untuk mencuri kredensial para pengembang aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari laman resmi Microsoft, peristiwa tersebut dilaporkan pada 1:03 PM waktu setempat pada 8 Juni 2026, ketika Microsoft mulai membatasi akses ke sejumlah repositori sambil melakukan investigasi. Langkah ini diambil setelah peneliti keamanan menemukan indikasi bahwa beberapa proyek telah disusupi malware.
Proyek yang terdampak mencakup berbagai komponen yang berkaitan dengan layanan cloud Azure serta alat pengembangan yang umum digunakan dalam ekosistem AI. Di antaranya terdapat integrasi dengan Claude Code, antarmuka baris perintah Gemini, hingga Visual Studio Code (VS Code) yang banyak dimanfaatkan pengembang untuk membangun dan menguji aplikasi.
Temuan awal diungkap oleh perusahaan keamanan Cloudsmith dan komunitas analisis malware OpenSourceMalware. Berdasarkan hasil analisis mereka, malware tersebut dapat mengambil kata sandi serta kredensial sensitif ketika pengguna membuka proyek yang telah disusupi melalui aplikasi pengembangan AI.
Belum diketahui secara pasti berapa banyak pengguna yang sempat mengunduh proyek yang telah terkompromi. Microsoft juga belum mengungkap jumlah pasti pelanggan yang berpotensi terdampak insiden tersebut.
Juru bicara Microsoft, Ben Hope, mengonfirmasi bahwa perusahaan memang menonaktifkan sementara sejumlah repositori selama proses penyelidikan berlangsung. Ia mengatakan, "temporarily removed some repositories as we investigated potential malicious content."
Menurut Hope, sebagian repositori telah dipulihkan setelah melalui proses pemeriksaan, sementara lainnya masih tetap tidak dapat diakses hingga investigasi selesai. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari kode berbahaya yang mungkin masih tersimpan di dalam proyek.
Microsoft juga menyatakan telah menghubungi sebagian kecil pelanggan yang diduga sempat mengunduh konten dari repositori yang terdampak. Hope menambahkan, "We will continue to investigate, and if anything further is identified that requires customer action, we will reach out directly through our established support channels."
Setidaknya terdapat sekitar 70 proyek Microsoft yang berstatus dinonaktifkan di GitHub. Saat diakses, halaman repositori tersebut menampilkan pemberitahuan bahwa akses dihentikan oleh GitHub karena pelanggaran terhadap ketentuan layanan platform.
Insiden terbaru ini disebut sebagai pelanggaran kedua terhadap proyek open source Microsoft dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, pada pertengahan Mei 2026, proyek Durable Task dilaporkan turut diretas, dan OpenSourceMalware menilai kasus terbaru ini kemungkinan merupakan bentuk kompromi ulang terhadap proyek tersebut atau indikasi adanya serangan baru yang berbeda sehingga proses investigasi masih terus berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....