Serangan Siber DDoS Makin Berbahaya
- 28 Mei 2026 12:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Ancaman serangan siber di Indonesia terus meningkat seiring makin besarnya ketergantungan bisnis pada layanan digital. Salah satu ancaman yang paling sering menyerang perusahaan saat ini adalah distributed denial-of-service atau DDoS, yaitu serangan yang membanjiri server dengan trafik palsu hingga sistem lumpuh.
Serangan DDoS kini disebut semakin kompleks dan sulit ditangani dibanding beberapa tahun lalu. Tidak hanya menyerang website besar, target serangan juga mulai meluas ke sektor perbankan, pendidikan, pemerintahan, hingga penyedia layanan internet.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, perusahaan cloud hosting Indonesia, IDCloudHost, menggandeng perusahaan keamanan siber global StormWall untuk memperkuat layanan anti-DDoS. Kerja sama ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas mitigasi serangan hingga 1 Tbps atau setara 1.000 Gbps di kawasan regional Asia.
Chief Technology Officer IDCloudHost, Faisal Reza, mengatakan pola serangan saat ini semakin masif dan membutuhkan respons lebih cepat. “Serangan DDoS semakin kompleks dan masif. Oleh karena itu, kolaborasi antara IDCloudHost dengan StormWall fokus menghadirkan proteksi dengan kapasitas besar dan respon real-time,” ujarnya.
Melalui sistem baru tersebut, trafik berbahaya dapat disaring lebih awal sebelum mencapai server pelanggan. Langkah ini penting agar layanan digital tetap berjalan normal dan tidak mengalami downtime saat terjadi lonjakan serangan.
Selain itu, teknologi artificial intelligence (AI) mulai digunakan untuk membantu mendeteksi pola serangan lebih cepat. AI mampu menganalisis anomali trafik, mempelajari pola ancaman, hingga memprediksi potensi serangan sebelum benar-benar terjadi.
Penggunaan AI dalam keamanan siber kini semakin umum diterapkan di berbagai negara. Teknologi tersebut dinilai membantu perusahaan merespons ancaman secara otomatis tanpa harus menunggu analisa manual yang memakan waktu lebih lama.
Meningkatnya ancaman siber membuat perusahaan kini tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis digital, tetapi juga keamanan infrastrukturnya. Sebab, gangguan layanan akibat serangan siber dapat menimbulkan kerugian besar mulai dari hilangnya transaksi, turunnya kepercayaan pelanggan, hingga kebocoran data penting perusahaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....