Waspada, Penipuan Berkedok Love Scamming Marak di Indonesia

  • 18 Mei 2026 14:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kasus love scamming atau penipuan berkedok asmara kembali menjadi sorotan setelah Kepolisian Daerah Lampung membongkar sindikat yang beroperasi dari dalam Rutan Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara. Sindikat tersebut diketahui menjalankan aksinya sejak Januari 2026 dengan memanfaatkan telepon seluler, akun media sosial palsu, hingga seragam TNI, polisi, dan polisi militer untuk meyakinkan korban.

Love scamming adalah modus penipuan yang memanfaatkan hubungan asmara palsu di media sosial atau aplikasi kencan. Pelaku biasanya berpura-pura jatuh cinta dan memberikan perhatian intens agar korban percaya sebelum akhirnya diminta mengirim uang atau data pribadi.

Kasus ini seolah mempertegas posisi Indonesia dalam Global Fraud Index 2025 yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling rentan terhadap penipuan digital. Ratusan perempuan dilaporkan menjadi korban dalam kasus yang dikendalikan dari balik jeruji besi tersebut.

Para pelaku umumnya menggunakan foto orang lain yang terlihat berwibawa, seperti dokter, tentara, atau pebisnis sukses untuk menarik perhatian korban. Setelah itu, mereka akan bergerak cepat membangun hubungan emosional bahkan membahas pernikahan dalam waktu singkat.

Pelaku biasanya juga menghindari pertemuan langsung atau video call dengan berbagai alasan, seperti mengaku sedang bertugas di luar negeri. Setelah korban mulai percaya, pelaku akan membuat cerita darurat agar korban mau mengirim uang.

Modus yang sering digunakan antara lain alasan keluarga sakit, kecelakaan, hingga barang tertahan di bea cukai. Dalam banyak kasus, korban baru sadar telah ditipu setelah mengalami kerugian besar.

Selain kerugian finansial, korban love scamming juga bisa mengalami trauma psikologis dan penyalahgunaan data pribadi. Bahkan, dalam beberapa kasus, korban berisiko terjerat tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

Direktorat Jenderal Imigrasi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap hubungan yang terjalin di dunia maya. “Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal secara online,” tulis imbauan yang dibagikan melalui media sosial resmi mereka.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Masyarakat juga disarankan untuk tidak pernah mengirim uang atau memberikan data sensitif kepada kenalan di internet. Selain itu, pengguna media sosial dianjurkan melakukan pengecekan ulang, seperti reverse image search, untuk memastikan foto profil seseorang bukan hasil curian dari internet.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....