Seseorang Mengirimkan DM Ingin Berkenalan? Waspadai Love Scamming

  • 25 Mar 2026 14:22 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Love scamming adalah salah satu bentuk penipuan daring yang semakin marak terjadi di era digital, terutama melalui media sosial dan aplikasi kencan. Modus ini memanfaatkan manipulasi emosional dengan cara pelaku berpura-pura menjalin hubungan romantis untuk mendapatkan keuntungan finansial atau data pribadi dari korban.

Dikutip dari data Interpol pada tahun 2023, Pelaku love scamming umumnya menggunakan identitas palsu yang terlihat meyakinkan, seperti mengaku sebagai tentara, dokter, atau pebisnis sukses yang sedang bertugas di luar negeri. Mereka sering mencuri foto orang lain untuk membangun citra menarik dan kredibel, sehingga korban lebih mudah percaya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku biasanya bergerak cepat dengan menyatakan cinta dalam waktu singkat meskipun belum pernah bertemu secara langsung. Menurut data dari FBI IC3, mereka juga cenderung menghindari video call atau pertemuan tatap muka dengan berbagai alasan, seperti keterbatasan akses komunikasi atau kondisi darurat.

Setelah hubungan emosional terbentuk, pelaku mulai meminta uang dengan berbagai alasan yang dibuat seolah mendesak, seperti biaya pengiriman hadiah, keluarga sakit, atau kebutuhan tiket perjalanan untuk bertemu korban. Teknik ini dikenal sebagai “emotional exploitation”, di mana korban dibuat merasa bersalah atau bertanggung jawab jika tidak membantu.

Dampak dari love scamming tidak hanya berupa kerugian finansial yang bisa mencapai jutaan hingga miliaran rupiah, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam. Selain itu, data pribadi korban berpotensi disalahgunakan untuk kejahatan lain seperti pencurian identitas atau penipuan lanjutan.

Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat disarankan agar tidak mudah percaya pada orang asing di internet, terutama yang terlalu cepat menunjukkan perasaan romantis. Penting juga untuk tidak pernah mengirim uang atau membagikan informasi pribadi kepada seseorang yang belum pernah ditemui secara langsung dan belum terverifikasi.

Langkah pencegahan lainnya adalah melakukan pengecekan keaslian foto profil menggunakan teknik reverse image search untuk memastikan bahwa gambar tersebut tidak dicuri dari internet. Selain itu, selalu waspada terhadap cerita yang terlalu dramatis atau permintaan uang yang mendadak dan berulang.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Jika seseorang merasa menjadi korban love scamming, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah segera memutus komunikasi dan memblokir pelaku di semua platform. Selanjutnya, korban disarankan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib atau layanan resmi seperti patrolisiber.id agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....