Modus Penipuan Jual-Beli yang Sering Terjadi di Instagram
- 25 Mar 2026 14:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Nominal murah, barang menggiurkan, dan dijual di bawah harga pasar. Iklan seperti ini tiba-tiba muncul di halaman Instagram anda. Apakah tayangan ini akan anda klik kemudian siap anda lanjutkan untuk melakukan transaksi? Pastikan ini dulu!.
Penipuan di Instagram terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana transaksi dan komunikasi. Platform seperti Instagram menyediakan kemudahan berbagi visual dan pesan langsung, namun juga membuka celah bagi pelaku kejahatan siber untuk mengeksploitasi kepercayaan pengguna.
Pola umum adalah toko online palsu yang menawarkan produk dengan harga jauh di bawah pasar. Pelaku biasanya membuat akun dengan ribuan pengikut palsu dan testimoni yang direkayasa untuk meningkatkan kredibilitas, padahal barang yang dijual tidak pernah dikirim setelah pembayaran dilakukan.
Selain itu, modus phishing melalui Direct Message (DM) juga marak terjadi dan menyasar pengguna yang kurang waspada. Korban diarahkan untuk mengklik tautan palsu yang menyerupai halaman login resmi, sehingga data seperti username dan password dapat dicuri dan digunakan untuk mengambil alih akun.
Penawaran jasa followers atau like palsu juga menjadi bentuk penipuan yang sering ditemui di Instagram. Bukannya meningkatkan engagement, layanan ini kerap tidak memberikan hasil atau bahkan meminta akses akun korban yang kemudian disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
Dilansir dari berbagai sumber, untuk menghindari penipuan, pengguna disarankan memverifikasi keaslian akun, tidak mudah tergiur harga murah, serta menghindari mengklik tautan yang mencurigakan. Mengaktifkan autentikasi dua faktor dan rutin memperbarui kata sandi juga menjadi langkah preventif yang direkomendasikan oleh lembaga seperti Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....