Dewa Wiwin Apresiasi BNN Sikat Laboratoritum Narkoba Gianyar
- 09 Mar 2026 09:53 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Terbongkarnya pabrik narkoba rahasia (clandestine lab) milik sindikat Rusia di vila mewah kawasan Saba dan Sukawati, Gianyar, sukses menyentak publik Bali. Tak sekadar urusan kriminal, skandal ini menjadi tamparan keras bagi wajah pariwisata Pulau Dewata.
Menanggapi hal itu, Ketua Bidang OKK BPD HIPMI Bali, I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida, atau yang akrab disapa Dewa Wiwin turut angkat bicara. Dengan nada tegas dan tanpa kompromi. Ia mengapresiasi "sikat habis" yang dilakukan BNN RI.
Namun ia memberikan peringatan merah bagi para pemain properti di Bali. Dewa Wiwin menegaskan bahwa Bali tidak butuh investasi yang datang membawa bahan kimia pembuat mephedrone di balik kedok wisatawan elit.
“Keamanan Bali adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan nilai sewa vila setinggi apa pun,” katanya.
“Kejadian di Saba ini harus menjadi pelajaran pahit sekaligus edukasi bagi pemilik properti dan pengusaha vila agar tidak "mata duitan" dengan membiarkan WNA menyewa jangka panjang tanpa tracking yang jelas,” tambahnya.
Dewa Wiwin menyerukan agar prinsip Know Your Customer (KYC) bukan sekadar formalitas kertas, melainkan insting wajib bagi pengusaha lokal untuk memproteksi wilayahnya. Ia melihat pemanfaatan fasilitas privat sebagai pabrik narkoba adalah bentuk pelecehan terhadap konsep quality tourism yang sedang diperjuangkan Bali.
“Sebagai motor pengusaha muda, HIPMI Bali menuntut sinergi yang lebih cerdas dan solutif, di mana pengusaha harus berani menjadi "mata-mata" bagi keamanan daerahnya sendiri jika menemukan anomali aktivitas di lingkungannya,” ujarnya.
Ketegasan aparat dalam membongkar laboratorium rahasia ini menurutnya adalah sinyal perang. Bali disebut bukan tempat "aman" untuk produksi racun generasi, dan sindikat internasional jangan sekali-kali mencoba mengadu nasib di sini.
“Ekonomi Bali harus tumbuh dari kreativitas yang sehat, bukan dari hasil racikan zat adiktif yang merusak martabat dan masa depan anak cucu di tanah kelahiran sendiri,” sebutnya.