Koas Dikembalikan RS Prof Ngoerah,Unud Masih Konfirmasi
- 21 Okt 2025 08:58 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra yang mengakhiri hidup di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, terus bergulir. Kali ini, pihak Unud melalui Wakil Rektor Bidang 3 Kemahasiswaan, Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.P., M.Agr., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Drs. I Nengah Punia, M.Si., dan Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani, angkat bicara untuk klarifikasi pemberitaan dengan mengadakan pertemuan awak media di Aula Pascasarjana lantai 3 Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman, Denpasar, Senin (20/10/2025).
Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani mengatakan pihak Unud lebih banyak membeberkan mahasiswa yang melakukan perundungan itu, telah diberikan sanksi oleh pihak Unud. Selain itu, Dewi Pascarini juga menyatakan dari salah satu kanal berita bahwa Kapolsek Denpasar Barat menyatakan mahasiswa yang jatuh bukan karena perundungan. Meski belum mendapat rilis resmi, namun pihaknya berharap hal ini bisa meluruskan asumsi yang selama ini berkembang bahwa almarhum meninggal bukan karena perundungan. "Pihak Universitas Unud sejak 17 Oktober tahun 2025, telah menugaskan Satgas PPKPT (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi-red) untuk melakukan pendalaman berkaitan dengan kejadian ini," katanya.
Ditambahkan, para mahasiswa yang melakukan ucapan nirempati telah dipanggil dan diperiksa dengan melibatkan ahli hukum dan psikolog. Di mana, para mahasiswa ini telah diberikan sanksi.
Lalu bagaimana dengan koas (co-assistant atau co-ass, tahapan profesi yang harus dijalani mahasiswa kedokteran di rumah sakit untuk mendapatkan gelar dokter) yang dikembalikan pihak RS Prof Ngoerah Denpasar ke Unud? Dewi Pascarini menegaskan bahwa koas yang dikembalikan sedang dirapatkan dan dipastikan akan ada sanksi jika melakukan nirempati (kondisi seseorang yang tidak memiliki, tidak mau atau tidak mampu memahami dan merasakan perasaan atau keadaan emosional orang lain, serta cenderung egois).
Apakah koas itu tiga orang, Dewi Pascarini mengaku belum bisa memastikan jumlahnya dan jika ada perkembangan selanjutnya akan dikabarkan. Namun, dari informasi yang didapatkan di lapangan, tiga koas yang dikembalikan RS Prof. Ngoerah, yakni Calista Amore Manurung, James Halim, dan Erick Gonato.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....