Tren 'Slow Jogging' Tempo 180 BPM Jadi Alternatif Olahraga Hits di Korea Selatan

  • 27 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Slow jogging adalah metode lari dengan langkah pendek dan cepat sekitar 180 langkah per menit yang sedang menjadi tren populer di Korea Selatan.
  • Teknik ini dirancang agar pelakunya dapat tetap mengobrol santai tanpa kehabisan napas, menjadikannya olahraga yang ramah untuk segala kalangan usia.
  • Slow jogging menawarkan alternatif kebugaran yang lebih mudah diakses dibandingkan dengan lari konvensional yang biasanya lebih intens dan menantang.

RRI.CO.ID, Denpasar - Tren olahraga ramah pemula kini tengah melanda warga Korea Selatan. Metode lari bernama slow jogging mendadak populer dan menjadi alternatif kebugaran favorit untuk segala kalangan usia di Negeri Ginseng tersebut.

Berbeda dengan lari pada umumnya, metode ini dilakukan dengan langkah-langkah pendek dan cepat—sekitar 180 langkah per menit (180 BPM). Meski ketukannya cukup konstan, langkahnya diambil dengan kecepatan yang sangat santai sehingga pelakunya tetap bisa mengobrol santai tanpa kehabisan napas.

Meskipun saat ini tengah populer di Korea Selatan, teknik slow jogging sebenarnya berasal dari Jepang. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh profesor fisiologi olahraga bernama Hiroaki Tanaka untuk memberikan tekanan yang lebih rendah pada lutut dan persendian dibandingkan lari biasa.

Penggunaan angka 180 langkah per menit bukan berarti memaksa seseorang berlari lebih cepat. Justru, irama langkah dibuat lebih rapat dengan pijakan yang pendek agar tubuh bergerak secara efisien sambil tetap menjaga intensitas latihan berada di level yang ringan.

Metode inovatif ini dinilai mampu membantu meningkatkan kebugaran jantung serta daya tahan tubuh secara optimal. Efeknya yang minim cedera juga berhasil mendorong lebih banyak orang untuk rutin berolahraga tanpa perlu merasa terbebani oleh rasa lelah berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....