YouTube Ubah Strategi Monetisasi, Tidak Lagi Hanya Andalkan Video Viral
- 12 Agt 2026 11:28 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Membangun channel YouTube untuk mendapatkan penghasilan akan membutuhkan konsistensi yang lebih tinggi mulai 2027. YouTube berencana memperketat syarat masuk program monetisasi agar kreator yang memperoleh penghasilan dari iklan benar-benar memiliki penonton dan aktivitas yang berkelanjutan.
Mulai 1 Februari 2027, kreator baru yang ingin bergabung dalam YouTube Partner Program (YPP) harus memiliki sedikitnya 1.000 subscriber. Mereka juga harus mengumpulkan 8.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir atau 20 juta penayangan YouTube Shorts dalam 90 hari terakhir.
Angka tersebut naik dua kali lipat dibandingkan syarat yang berlaku saat ini. Saat ini, YouTube menetapkan 1.000 subscriber dengan 4.000 jam tayang publik dalam 12 bulan atau 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari untuk mendapatkan pembagian pendapatan dari iklan. Perubahan ini menunjukkan bahwa YouTube ingin melihat lebih dari sekadar jumlah pengikut atau satu konten yang tiba-tiba viral. Vice President Creator Product YouTube, Amjad Hanif, mengatakan ekosistem kreator telah berkembang pesat sejak persyaratan monetisasi terakhir diperbarui pada 2018.
Menurut Hanif, platform ingin lebih menghargai kreator yang mampu membangun penonton dan interaksi secara konsisten. Dengan kata lain, kreator perlu memiliki pola produksi yang membuat penonton kembali menonton, bukan hanya berharap satu video mendapatkan jutaan penayangan. Perubahan tersebut terutama menjadi tantangan bagi kreator baru yang mengandalkan Shorts. Untuk mencapai 20 juta penayangan dalam 90 hari, sebuah channel harus mampu menghasilkan rata-rata sekitar 222 ribu penayangan per hari selama periode tersebut.
Kreator tidak harus selalu mengejar Shorts untuk membangun penghasilan. YouTube tetap menyediakan jalur video panjang melalui syarat 8.000 jam tayang, sehingga strategi membuat konten yang mampu mempertahankan penonton dalam waktu lebih lama menjadi semakin penting. Menariknya, perubahan ini tidak berarti semua fitur penghasilan baru harus menunggu sampai mencapai angka tersebut. YouTube saat ini memiliki program YPP yang diperluas, dengan akses lebih awal ke fitur seperti langganan channel, Super Thanks, Super Chat, dan Shopping mulai dari 500 subscriber serta syarat aktivitas dan tayangan tertentu.
Kreator yang sudah menjadi anggota YPP juga tidak otomatis kehilangan status karena perubahan syarat masuk tersebut. Namun, YouTube menetapkan persyaratan aktivitas agar kreator tetap dapat memperoleh pendapatan, termasuk batas tertentu untuk jam tayang, penayangan Shorts, atau jumlah video yang diunggah.
YouTube juga memperluas Premium Lite ke negara-negara yang telah menyediakan YouTube Premium. Menurut perusahaan, pendapatan dari pelanggan Premium dibagikan kepada kreator berdasarkan waktu tonton, sehingga semakin banyak penonton Premium yang menikmati konten, semakin besar peluang kreator mendapatkan bagian pendapatan tersebut.
Perubahan ini juga terjadi ketika jumlah konten di internet terus bertambah, termasuk konten yang dibuat dengan bantuan AI. Karena produksi video menjadi semakin mudah, persaingan untuk mendapatkan perhatian penonton juga semakin ketat dan kreator perlu menawarkan konten yang benar-benar membuat orang mau kembali.
Bagi kreator baru, aturan mulai 1 Februari 2027 berarti strategi membangun channel sebaiknya tidak lagi hanya berorientasi pada viralitas. Jadwal upload yang teratur, topik yang jelas, kualitas video, dan kemampuan mempertahankan penonton akan menjadi bagian penting untuk mencapai monetisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....