Hemat dan Berkualitas, Rahasia Olah Pakan Ternak Mandiri dari Bahan Lokal

  • 28 Jul 2026 12:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID.,Denpasar – Memelihara ayam kampung membutuhkan manajemen pemeliharaan yang baik, terutama dalam hal persiapan kandang, pemberian pakan bergizi (seperti dedak, jagung, dan sisa organik), serta sanitasi rutin untuk mencegah penyakit. Sesuaikan dengan sistem pemeliharaan (ekstensif/umbaran, semi-intensif, atau intensif) tergantung pada tujuan ternak dan ketersediaan lahan peternak.

Agar terhindar dari gangguan penyakit, peternak harus tetap menjaga kebersihan kandang dan peralatan makan/minum ayam setiap hari. Melakukan vaksinasi secara berkala (misalnya vaksin ND/tetelo) dan memberikan vitamin atau suplemen herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam.

Dalam tujuan mendapatkan hasil yang maksimal, terdapat masalah penting yang perlu diperhatikan secara serius oleh para peternak. Saat ini, banyak peternak yang mengeluh karena biaya operasional ternak lebih besar daripada laba yang diperoleh. Selain tingginya biaya operasional, kurangnya ketersediaan bahan baku juga menjadi masalah serius yang dihadapi peternak.

Dari sini penting untuk mencari alternatif bahan baku lain yang harganya lebih murah, namun berkualitas. Penggunaan bahan baku lokal bisa menjadi salah satu alternatif sebagai upaya dalam menekan biaya produksi.

Pakan yang baik sejatinya adalah pakan yang memiliki kandungan nutrient yang seimbang.

Dikutip dari @brin_indonesia, berdasarkan riset pada ayam kampung, pakan pertumbuhan yang baik mengandung sekitar 2.950 kilo kalori energi metabolis per kilogram, dengan protein kasar sekitar 18.61 persen. Ini bisa menjadi acuan untuk ayam kampung fase pertumbuhan sampai umur sekitar 10 minggu.

Solusinya, dengan menggunakan formulasi pakan sel-mixing per 100 kilogram pakan. Formulasi jagung dan dedak sebagai sumber energi. Bungkil kedelai dan tepung ikan menjadi sumber protein, minyak membantu menaikkam energy sedangkan kapur, DCP (Dicalcium Fosfat), garam, premix, lisin, dan metionin membantu melengkapi mineral, vitamin, dan asam amino.

Perlu diketahui, bahan pakan harus dicampur secara bertahap. Supaya hasilnya merata, tidak disarankan untuk memasukkan bahan mikro ke tumpukan besar. Campur terlebih dahulu premix, garam, lisin, metionin, choline, chloride, dan sodium bicarbonate dengan sebagian dedak. Setelah rata, baru masukkan ke campuran jagung, dedak, bungkil kedelai, tepung ikan, dan bahan lainnya.

Self-mixing pakan local bisa menghemat biaya asal formulanya tepat, bahan ditimbang akurat, dan hasilnya dievaluasi. Catat hasil konsumsi pakan, pertambahan bobot dan kesehatan ayam.

Pusat Riset Peternakan BRIN, Prof. Cecep Hidayat mengatakan pakan ayam kampung pedaging yang berkualitas tidak cukup hanya murah, tetapi harus seimbang kandungannya. Ransum dengan energy metabolis sekitar 2.950 kkal/g dan protein kasar sekitar 18,61% dapat menjadi acuan dalam membuat pakan self-mixing berbasis bahan local. Dalam penerapannya, peternak perlu memastikan bahan baku berkualitas, penimbangan tepat, pencampuran merata, serta melakukan evaluasi rutin terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, kesehatan ayam, dan efisiensi biaya.

Sejatinya, pakan yang baik bukan tentang mana yang paling murah, tetapi mana yang paling efisien dalam hal menghasilkan ternak yang sehat dan tumbuh optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....