Motor Sport Retro Honda GB350 dan GB350C Resmi Hadir di Indonesia Melalui Importir
- 08 Jun 2026 14:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Angin segar untuk pencinta sepeda motor klasik di tanah air, dimana importir umum Gas Motorcycles yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, melakukan gebrakan dengan mendatangkan Honda GB350 dan varian klasiknya GB350C, untuk pertama kalinya ke pasar Indonesia. Kehadiran motor sport retro berstatus Japan Domestic Market (JDM) ini terbilang sangat langka dan eksklusif, mengingat pihak importir hanya menyediakan kuota terbatas sebanyak 10 unit saja pada batch pertama. Motor yang awalnya dikembangkan dari basis Honda CB350 di India ini dibanderol dengan harga cukup tinggi karena nilai eksklusivitasnya serta sejumlah penyempurnaan standar emisi dan estetika yang disesuaikan khusus untuk pasar Jepang.
Secara tampilan, Honda GB350 mengusung gaya retro klasik namun tetap disematkan dengan fitur modern. Pada bagian muka, motor ini dilengkapi headlamp LED berdiameter besar dengan batok cembung khas motor jadul, lengkap dengan lampu sein bulat mirip Honda Rebel. Kesan klasiknya semakin terlihat dengan tangki bensin berbahan pelat besi yang memiliki kapasitas 15 liter, sepatbor depan sampai belakang berbahan logam, serta knalpot panjang berlapis krom penuh. Meski kuat dengan aura kasiknya, sektor kaki-kakinya tetap modern dengan velg casting wheel dengan diameter 19 inci di depan dan 18 inci di belakang, dan didukung sistem pengereman cakram Dual Channel ABS untuk menjamin keamanan berkendara.
Bagi konsumen yang mendambakan penampilan yang jauh lebih tradisional, varian Honda GB350C (Classic) menjadi opsi yang sangat memikat. Perbedaan mencolok pada varian C ini terlihat dari bentuk sepatbor depan dan belakang yang dibuat melebar menutupi sebagian roda layaknya gaya Royal Enfield klasik. Disisi lain motor ini diberikan suspensi depan teleskopik, lampu utama mendapat topi aksen krom, tangki bensin dengan tank pad, serta jok yang didesain seolah terpisah (split seat). Jalur knalpot pada GB350C pun dirancang lebih lurus dan datar hingga melewati batas roda belakang untuk memperkuat kesan full dress motor era lampau.
Beralih ke sektor mesin, kedua varian ini dibekali dengan mesin silinder tunggal berkapasitas 348 cc SOHC dengan karakter overstroke yang sangat kuat. Mengingat rasio kompresinya yang tergolong sangat rendah, yaitu hanya 9,5:1, mesin berpendingin udara murni tanpa oil cooler ini diklaim sangat adaptif terhadap berbagai kualitas bahan bakar bensin di Indonesia. Di atas kertas, mesin ini dapat memproduksi tenaga maksimal 19 HP dengan torsi melimpah mencapai 29 Nm di putaran bawah yang disalurkan melalui transmisi manual dengan fitur Assist & Slipper Clutch. Untuk meminimalisir getaran khas satu silinder, Honda juga memberikan komponen balancer pada bagian crankshaft.
Tidak hanya mengandalkan estetika, aspek fungsionalitas khas motor JDM dapat dilihat pada instrumen semi digitalnya yang informatif, lengkap dengan fitur keselamatan Honda Selectable Torque Control (HSTC). Kenyamanan berkendara juga didukung oleh posisi stang yang tinggi, posisi pijakan kaki yang maju, serta tinggi jok bersahabat untuk orang Asia dimana memiliki ketinggian 800 mm. Menariknya, motor ini masih mempertahankan detail otentik Jepang, seperti stiker peringatan berbahasa kanji, gantungan helm bawaan pabrik, hingga pengait tali barang di area behel belakang. Bagi para kolektor yang tertarik, unit langka Honda GB350 yang berwibawa ini sudah dapat dipesan langsung di diler Gas Motorcycles Kemang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....