Sukses Digelar, Program ‘WingShine’ Hadirkan Edukasi Kreatif

  • 07 Jun 2026 17:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pendidikan bukan hanya tentang mengajar anak untuk mengetahui sesuatu, tetapi juga memberi mereka keberanian untuk mencoba dan berkembang. Semangat tersebut diwujudkan melalui program community development bertajuk "WingShine" di Desa Sidan yang telah sukses dilaksanakan.

Inisiatif edukatif ini merupakan hasil kolaborasi menarik antara mahasiswa LSPR Bali yang tergabung dalam tim Pradnya PR Consultant dengan Kupu-Kupu Learning Center. Dibuat dengan pendekatan yang interaktif dan kreatif, program ini berhasil mencapai tujuannya untuk meningkatkan minat serta kemampuan Bahasa Inggris anak sejak dini.

Pradnya PR Consultant merupakan agensi PR yang dibentuk oleh mahasiswa LSPR Bali yang berfokus pada pengembangan pendidikan dengan mengusung nilai kecerdasan dan kebijaksanaan. Pradnya berkomitmen untuk memberikan dampak sosial positif dan memberdayakan komunitas.

Kupu-Kupu Learning Center adalah lembaga non-profit yang menyediakan layanan edukasi bagi anak-anak sekolah dasar di Desa Sidan yang bertindak sebagai mitra strategis dari program WingShine. Perjalanan WingShine dimulai pada 24 Mei 2026 melalui rangkaian pra-acara bertajuk ‘Road to WingShine: Menabung Masa Depan Anak’ yang diselenggarakan di Kupu-Kupu Learning Center.

Kegiatan ini melibatkan para orang tua dalam diskusi edukatif mengenai pentingnya kemampuan Bahasa Inggris sebagai bekal penting bagi anak di era modern. Antusiasme yang luar biasa terpancar sepanjang sesi diskusi berjalan.

Para orang tua tidak hanya sekadar mendengarkan, melainkan aktif berbagi cerita dan menunjukkan ketertarikan yang mendalam. Rangkaian acara ditutup dengan sesi reflektif yang mengajak para orang tua menuliskan harapan terbaik bagi anak-anak mereka.

Uniknya, pesan yang berisi doa, dukungan, dan cita-cita tersebut akan dirangkai menjadi bagian dari latar dokumentasi foto anak-anak mereka. Kemeriahan WingShine berlanjut pada 30 Mei 2026 di Kupu-Kupu Learning Center.

Berbeda dengan rangkaian pra-acara sebelumnya, kegiatan kali ini secara khusus menghadirkan anak-anak dari Desa Sidan untuk mengikuti sesi pembelajaran yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan. Sebelum memasuki area kegiatan utama, anak-anak terlebih dahulu berkumpul untuk membaca surat yang ditulis oleh orang tua mereka pada sesi diskusi sebelumnya.

Surat-surat yang sarat makna tersebut berhasil menghadirkan rasa haru sekaligus senyuman hangat di wajah mereka. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut saat anak-anak memasuki ruang kelas. Sebelum sesi pembelajaran dimulai, mereka diberikan kejutan berupa tayangan video yang berisi pesan dan harapan dari orang tua masing-masing.

Momen ini menjadi penguat motivasi sekaligus penyemangat bagi anak-anak sebelum memasuki sesi utama kegiatan. Petualangan belajar pun dimulai.

Tahap pertama dibuka melalui sesi pembelajaran interaktif yang dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu, meningkatkan partisipasi, serta mendorong anak-anak agar lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris. Semangat dan keceriaan semakin terasa ketika peserta memasuki sesi yang paling dinantikan, yaitu kegiatan mendekorasi kue.

Dalam aktivitas ini, anak-anak tidak hanya berkreasi, tetapi juga diajak mempraktikkan kosakata Bahasa Inggris secara langsung, mulai dari menyebutkan nama bahan, peralatan, hingga tahapan proses yang dilakukan. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik ini menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung secara efektif sekaligus menyenangkan.

Sebagai penutup, anak-anak mengikuti sesi storytelling untuk mempresentasikan hasil dekorasi kue mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka maju ke depan kelas dan menjelaskan konsep di balik kreasi masing-masing menggunakan Bahasa Inggris.

Sesi ini menjadi bukti nyata bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif mampu membangun keberanian, keterampilan komunikasi, serta rasa percaya diri anak sejak usia dini. Kegiatan ini membuktikan bahwa kerjasama antara mahasiswa, lembaga pendidikan formal, dan non-formal mampu menciptakan dampak langsung bagi masyarakat lokal, khususnya di Desa Sidan, Gianyar.

"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. Antusiasme para orang tua menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar dan perkembangan anak," ujar Ni Putu Nita Rahayu, Manager Kupu-Kupu Learning Center.

"Saya merasa sangat bersyukur dapat mewujudkan program ini bersama tim yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta saat ini, tetapi juga membawa dampak positif yang berkelanjutan. Ke depannya, kami ingin menghadirkan lebih banyak program serupa dengan jangkauan yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," ujar I Dewa Ayu Agung Mirah Premaswari selaku Ketua Penyelenggara WingShine.

Melalui kesuksesan WingShine, belajar terbukti bukan sekadar penguasaan teori di dalam kelas, melainkan sebuah ruang kreatif yang mengubah proses belajar menjadi petualangan yang tak terlupakan bagi masa depan anak-anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....