Seni Peran dan Manfaat Besarnya bagi Perkembangan Anak

  • 28 Mei 2026 12:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang semakin pesat, anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan aktivitas interaktif secara langsung. Karena itu, penting bagi orang tua maupun lingkungan pendidikan untuk mengenalkan kegiatan yang mampu membantu perkembangan sosial, emosional, dan kreativitas anak. Salah satunya melalui seni peran atau teater.

Belakangan ini, konsep belajar seni peran kembali menarik perhatian publik lewat Curtain Up, Class!. Tayangan tersebut memperlihatkan bagaimana proses latihan teater tidak hanya berfokus pada penampilan di atas panggung, tetapi juga membantu anak-anak belajar mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri.

Seni peran memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak, terutama dalam kemampuan komunikasi. Saat mempelajari dialog dan memerankan karakter tertentu, anak dilatih untuk berbicara dengan jelas, memahami ekspresi, serta berani tampil di depan orang lain. Proses tersebut secara tidak langsung membantu anak menjadi lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, seni peran juga dapat membantu perkembangan emosional anak. Ketika memainkan suatu karakter, anak belajar memahami perasaan, sudut pandang, dan emosi yang berbeda. Dari proses tersebut, kemampuan empati anak dapat berkembang karena mereka belajar memahami orang lain melalui peran yang dimainkan.

Hal tersebut juga diperkuat melalui jurnal “Role Playing dalam Pembelajaran Drama untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Siswa Sekolah Dasar” (2024). Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa kegiatan drama dan bermain peran mampu membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta keberanian anak dalam mengekspresikan diri di lingkungan sosial.

Tidak hanya itu, kegiatan teater juga mengajarkan anak tentang kerja sama dan tanggung jawab. Dalam sebuah pertunjukan, setiap pemain memiliki peran penting yang saling mendukung satu sama lain. Anak-anak pun belajar untuk disiplin selama latihan dan memahami pentingnya bekerja bersama demi mencapai tujuan yang sama.

Menariknya, seni peran tidak selalu harus dilakukan dalam pertunjukan besar. Aktivitas sederhana seperti bermain karakter, membaca dialog, atau latihan ekspresi juga sudah dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Pada akhirnya, seni peran bukan hanya tentang tampil di atas panggung. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi anak untuk bertumbuh, mengenal dirinya, serta membangun kemampuan sosial dan emosional yang akan berguna dalam kehidupan mereka di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....