Mengenal Dendrobium Capung, "Mata Pelintir" yang Unik dan Eksotis
- 11 Apr 2026 15:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Di dunia botani, Indonesia dikenal sebagai rumah bagi ribuan jenis anggrek. Salah satu yang paling menarik perhatian kolektor karena bentuknya yang tidak biasa adalah Dendrobium Capung.
Secara ilmiah, anggrek ini sering dikaitkan dengan kelompok Dendrobium antennatum atau hibrida serupa yang memiliki ciri khas kelopak tegak melintir. Dinamakan "Anggrek Capung" karena bentuk bunganya yang ramping dengan bagian lateral yang menjuntai serta kelopak atas yang tegak lurus, memberikan ilustrasi visual seperti serangga capung yang sedang hinggap atau terbang.
Ciri Khas yang Memikat Mata. Dendrobium Capung bukan sekadar anggrek biasa. Ia memiliki identitas yang sangat kuat:
Kelopak Melintir (Antennatum): Ciri paling ikonik adalah dua kelopak tegak di bagian atas yang melintir spiral ke arah atas, menyerupai antena serangga.
Lidah (Labellum) yang Tegas: Bagian lidah bunga biasanya memiliki warna yang lebih kontras dengan urat-urat warna (venation) yang sangat cantik, seringkali berwarna ungu atau cokelat di atas dasar putih.
Aroma Wangi: Banyak varietas Dendrobium Capung yang mengeluarkan aroma harum yang lembut, terutama pada pagi hari saat terkena sinar matahari.
Batang (Bulb) yang Kokoh: Tanaman ini memiliki batang yang kuat dan daun yang tebal, menandakan kemampuannya bertahan di lingkungan yang cukup panas.
Panduan Merawat Dendrobium Capung Agar Rajin Berbunga dirangkum dari sumber channel Widy Orchid. Anggrek ini tergolong sangat tangguh dan adaptif, cocok bagi pemula yang ingin mengoleksi anggrek spesies atau hibrida eksotis.
1. Sinar Matahari: Semakin Terang, Semakin Senang. Berbeda dengan anggrek bulan yang manja, Dendrobium Capung sangat menyukai sinar matahari. Kebutuhan: Ia membutuhkan cahaya sekitar 60-75%. Jika diletakkan di tempat yang terlalu teduh, tanaman ini hanya akan subur di daun tetapi malas mengeluarkan bunga.
2. Media Tanam dan Drainase. Karena sifatnya yang epifit, akar Dendrobium Capung sangat benci terendam air dalam waktu lama. Media: Gunakan campuran arang kayu, potongan pakis, atau kulit kayu pinus. Pot: Gunakan pot tanah liat dengan lubang di samping atau pot gantung untuk memastikan sirkulasi udara di akar sangat lancar.
3. Penyiraman dan Pemupukan. Siram: Lakukan penyiraman secara rutin saat media mulai mengering. Di cuaca panas, penyiraman bisa dilakukan setiap pagi. Pupuk: Berikan pupuk NPK seimbang secara rutin setiap minggu dengan dosis rendah (disemprotkan ke daun dan akar). Saat tanaman sudah dewasa, gunakan pupuk tinggi fosfor (P) untuk memacu munculnya tangkai bunga.
Tabel Ringkasan Perawatan Dendrobium Capung FaktorKebutuhan IdealPencahayaan Cahaya terang (dengan naungan paranet)Suhu24°C – 32°C (Sangat cocok di dataran rendah) MediaArang, Pakis, atau Kulit Kayu (Chunky) Karakter Bunga Awet (bisa bertahan 3-5 minggu)
Mengapa Kolektor Mengincarnya? Dendrobium Capung sering menjadi primadona karena tampilannya yang "antik". Bentuknya yang melintir memberikan kesan artistik yang berbeda dibandingkan anggrek bulat pada umumnya.
Selain itu, jenis ini dikenal memiliki masa mekar yang cukup lama dan tidak mudah rontok meski terkena perubahan cuaca yang fluktuatif.
Tips Pro: Untuk mendapatkan bentuk bunga yang sempurna dan tegak, pastikan saat muncul tangkai bunga (spike), posisi pot tidak terlalu sering diubah-ubah arahnya agar bunga tidak tumbuh "melintir" mengikuti arah datangnya cahaya secara berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....