Mengenal Sepeda Gravel yang Kini Mulai Diminati
- 10 Apr 2026 21:32 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sepeda gravel kini menjadi salah satu tren baru di dunia bersepeda, termasuk di Indonesia. Banyak pesepeda mulai beralih ke jenis ini karena kemampuannya yang serbaguna dan cocok digunakan di berbagai kondisi jalan. Popularitasnya meningkat seiring gaya hidup aktif dan kebutuhan eksplorasi rute baru, baik di perkotaan maupun alam terbuka
Secara pengertian, sepeda gravel adalah jenis sepeda yang dirancang untuk melintasi berbagai medan, mulai dari jalan aspal, kerikil, tanah, hingga jalur off-road ringan. Sepeda ini menggabungkan karakteristik sepeda balap (road bike) yang cepat dengan sepeda gunung (MTB) yang tangguh, sehingga menghasilkan kendaraan yang fleksibel dan nyaman untuk perjalanan jauh.
Ciri khas utama sepeda gravel terlihat dari desain stangnya yang menggunakan drop bar seperti sepeda balap, namun dengan geometri rangka yang lebih santai. Posisi berkendara dibuat lebih tegak agar nyaman digunakan dalam waktu lama. Selain itu, head tube biasanya lebih tinggi untuk meningkatkan kontrol dan stabilitas saat berkendara di medan tidak rata.
Ciri lainnya adalah penggunaan ban yang lebih lebar dibandingkan road bike. Sepeda gravel umumnya menggunakan ban berukuran 700x35C hingga 700x50C dengan pola tapak khusus untuk mencengkeram permukaan jalan. Hal ini membuat sepeda tetap stabil saat melintasi jalan berbatu, tanah, atau jalan rusak yang tidak rata.
Dari segi komponen, sepeda gravel dirancang dengan sistem gear rasio yang lebih besar dan ringan untuk berbagai kondisi. Rasio gigi yang lebih ringan memudahkan pengendara saat menanjak atau melintasi jalur berat. Selain itu, banyak sepeda gravel dilengkapi dudukan tambahan (mounting) untuk tas, botol, atau rak, sehingga cocok untuk touring dan bikepacking.
Kelebihan utama sepeda gravel adalah versatilitasnya. Pengguna tidak perlu memiliki banyak jenis sepeda karena satu sepeda sudah bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Selain itu, sepeda gravel dikenal nyaman untuk perjalanan jarak jauh karena posisi berkendara yang ergonomis dan stabil di berbagai medan.
Namun, sepeda gravel juga memiliki kekurangan, Salah satunya adalah bobot yang cenderung lebih berat dibandingkan road bike, sehingga kurang optimal untuk kecepatan tinggi di jalan mulus. Selain itu, performanya di medan ekstrem juga tidak sekuat sepeda gunung, sehingga kurang cocok untuk jalur off-road berat.
Untuk kategori entry level ndonesia, beberapa contoh sepeda gravel yang cukup populer antara lain Polygon Bend R2, United Gavriil 700C, Element Montreal GRT 700C, Genio Scappa GX 700C dan beberapa merk impor seperti Camp Adventure 700C serta Java Sequoia 700C. Sebagai contoh, Polygon Bend R2 menggunakan frame alloy ringan dengan fork karbon serta groupset Shimano Sora, sehingga cocok bagi pemula yang ingin mencoba gravel dengan harga yang masih relatif terjangkau.
Sementara itu, di kelas menengah, terdapat pilihan seperti Polygon Bend G8X dan Polygon Tambora A9X. Sepeda pada kelas ini umumnya sudah menggunakan komponen yang lebih baik seperti Groupset dari merk Sram Rival atau Shinamo GRX dan untuk Wheelset dari merk Novatec, sehingga memberikan performa lebih optimal di berbagai kondisi jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....