Kecipir, "Sayur Bersayap" yang Diminati sebagai Superfood Lokal

  • 18 Mar 2026 07:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah gempuran sayuran impor yang meramaikan pasar, tanaman Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) kini mulai mencuri perhatian kembali. Tanaman yang sering ditemukan merambat di pagar-pagar rumah pedesaan ini ternyata menyimpan potensi luar biasa sebagai sumber pangan masa depan yang murah namun kaya nutrisi.

Dikenal dengan sebutan Winged Bean karena bentuk buahnya yang memiliki empat "sayap" bergelombang, kecipir bukan sekadar pelengkap lalapan atau pecel. Para ahli pangan menyebutnya sebagai salah satu tanaman paling efisien di dunia.

Kenapa Disebut Tanaman Multi-Manfaat? Kecipir adalah definisi nyata dari tanaman tanpa limbah. Berdasarkan sumber dari channel youtube harta alam yang terlupakan, hampir seluruh bagian tumbuhan ini dapat dikonsumsi dan bermanfaat bagi manusia:

Pucuk dan Daun Muda: Bisa dimasak seperti bayam, kaya akan vitamin A dan C. Daunnya bisa dikonsumsi layaknya bayam kayak protein, kalsium, dan zat besi.

Bunga: Sering digunakan sebagai pewarna makanan alami atau campuran salad, dengan rasa mirip jamur. Bunganya bisa dimakan juga. Bahkan banyak digunakan di Asia Tenggara untuk mempercantik tampilan masakan dan memberi cita rasa manis ringan yang khas.

Buah Muda: Bagian paling populer yang kaya akan serat dan protein. Polong mudanya, yang belum membentuk biji, bisa dimasak seperti buncis. Bentuknya unik dengan empat sisi bergelombang menyerupai sayap kecil, sesuai namanya. Polong ini mengandung vitamin A, vitamin C, serat, dan protein.

Biji Matang: Memiliki kandungan protein yang hampir setara dengan kedelai, bahkan bisa diolah menjadi susu atau tempe kecipir. Biji kacang bersayap mengandung 35 hingga 40 persen protein. Angka ini, bukan sekadar peningkatan biasa ini, adalah level yang sepadan. Bahkan, melebihi kedelai yang selama ini dinobatkan sebagai raja protein nabati dunia.

Biji yang sudah matang bisa dikeringkan dan dimasak layaknya kacang biasa. Ia mengandung protein lengkap, tinggi lemak sehat, dan fleksibel diolah bisa disangrai, direbus, atau dijadikan tepung untuk aneka kebutuhan.

Umbi Akar: Beberapa varietas menghasilkan umbi yang kaya akan karbohidrat dan protein, jauh lebih tinggi dibandingkan kentang atau singkong. Umbi ini kaya pati, dan proteinnya bisa mencapai 1.520%, artinya 7 hingga 10 kali lebih tinggi dari kentang biasa. Yang rata-rata hanya mengandung 2% protein.

Tips Mengolah Kecipir Agar Tetap Segar.

Banyak orang menghindari kecipir karena teksturnya yang terkadang terasa "kasar" atau sepat. Rahasianya adalah memanen buah saat masih muda (panjang sekitar 10-15 cm). Jika sudah terlalu tua, seratnya akan mengeras dan rasa manis alaminya akan berkurang.

Catatan penting untuk keamanan. Kacang berayap tidak memiliki kembaran beracun dalam keluarga kacang-kacangan yang umum. Tapi, seperti semua legum lainnya, biji yang matang dan masih mentah mengandung zat antinutrisi seperti lektin dan inhibitor tripsinyang bisa mengganggu penyerapan gizi jika tidak dimasak dengan benar.

Maka, biji tua harus direbus hingga empuk. Sedangkan polong muda, daun segar, dan bunga bisa langsung disantap mentah atau cukup dikukus ringan saja.

Catatan Sejarah: Pada tahun 1970-an, para ilmuwan internasional sempat memprediksi kecipir akan menjadi "Kedelai Tropis" yang mampu mengatasi kelaparan dunia. Kini, saatnya kita kembali menghargai kekayaan pangan lokal ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....