Kader TP PKK Densel Ikuti Pelatihan Tata Rias dan Sanggul

  • 25 Feb 2026 13:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Sebanyak 20 anggota Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Sanur mengikuti pelatihan tata rias (make up) dan sanggul sebagai bagian dari program penguatan pemberdayaan perempuan di bidang sosial ekonomi. Kegiatan ini digelar di Kantor Lurah Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa 24 Februari 2026.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Bali bekerja sama dengan Forum PUSPA Provinsi Bali. Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada Forum PUSPA Provinsi Bali yang telah menunjuk Kota Denpasar sebagai lokus pertama pelatihan sanggul dan tata rias tahun ini.

Menurutnya, Sanur dipilih karena memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya perempuan, aktivitas adat dan budaya yang tinggi. Selain itu juga adanya peluang ekonomi kreatif yang mendukung pengembangan keterampilan di bidang tata rias dan sanggul.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan perempuan, khususnya ibu-ibu, agar semakin percaya diri, mandiri, serta memiliki peluang mengembangkan potensi diri maupun usaha di bidang tata rias. Hal ini sangat relevan dengan budaya dan tradisi Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan, di wilayah Sanur yang memiliki banyak banjar dengan aktivitas upacara adat, kebutuhan akan jasa tata rias dan sanggul cukup tinggi. Keterampilan ini dinilai dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru.

Sementara itu, Sekretaris Forum PUSPA Provinsi Bali, Kompyang Ratnadi, mengatakan pelatihan ini merupakan wujud sinergi antara Forum PUSPA dan Dinas Sosial P3A Provinsi Bali dalam mendukung pemberdayaan perempuan.

“Minimal bermanfaat untuk diri sendiri, kemudian berkembang di lingkungan, bahkan membuka peluang usaha seperti salon. Ke depan, kami berharap dapat dilaksanakan pelatihan lanjutan untuk memperdalam keterampilan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Perempuan Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Ni Nyoman Cahaya Wati, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan perempuan Tahun 2026 . Adapun tujuannya yakni meningkatkan kesiapan perempuan dari sisi sosial, ekonomi, hingga pemahaman hukum.

Ia menambahkan, program ini ditargetkan menjangkau sembilan kabupaten/kota di Bali. Tahun sebelumnya baru terealisasi di empat kabupaten/kota akibat keterbatasan anggaran. Tahun ini diharapkan cakupan dapat diperluas dengan tetap bersinergi bersama Forum PUSPA provinsi maupun kabupaten/kota.

“Melalui pelatihan ini, perempuan diharapkan semakin berdaya secara sosial dan ekonomi serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan keluarga, “ harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....