Kapan Waktu yang Tepat Bagi Runner ke Fisioterapi?

  • 18 Feb 2026 04:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Keamanan dalam berolahraga lari kini menjadi sorotan utama seiring meningkatnya kasus cedera otot dan sendi di kalangan masyarakat urban. I Putu Gde Surya Adhitya, S.Ft., Ftr., M.Fis., Ph.D., Fisioterapis di Romphysio Denpasar menegaskan bahwa keselamatan pelari sangat bergantung pada keseimbangan antara ambisi dan kapasitas fisik.

Aspek keamanan ini sering terabaikan ketika pelari amatir memaksakan volume latihan hingga 50 kilometer per minggu tanpa kesiapan otot yang matang. Ketidakseimbangan kekuatan otot dan program yang terlalu intensif ini menjadi pemicu utama munculnya risiko cedera serius pada bagian kaki.

Pola latihan yang aman wajib mengikuti kaidah progresif, di mana jarak tempuh ditingkatkan secara bertahap tanpa memotong proses adaptasi tubuh. Pemanasan dinamis yang meniru gerakan lari serta pendinginan statis adalah standar prosedur keselamatan yang tidak boleh ditawar oleh siapapun.

Tanpa pemanasan yang cukup, otot yang kaku dipaksa bekerja keras sehingga sangat rentan mengalami robekan jaringan yang menyakitkan. Sementara itu, mengabaikan fase pemulihan atau recovery dapat menyebabkan akumulasi luka mikro pada otot yang menghambat aktivitas harian.

Mengenai waktu yang tepat ke fisioterapi, masyarakat sebaiknya tidak menunggu hingga muncul rasa sakit yang hebat untuk datang berkonsultasi. Kunjungan ideal justru dilakukan sejak awal sebagai langkah skrining fisik guna memetakan kelemahan tubuh sebelum memulai program lari jarak jauh.

Fisioterapi berperan sebagai garda pencegahan yang membantu pelari memahami limitasi fisik mereka agar terhindar dari cedera yang menetap. Melalui pemeriksaan profesional, seorang pelari dapat mengetahui apakah otot mereka sudah cukup seimbang untuk menopang beban lari yang berat.

Selain pencegahan, penanganan fisioterapi sangat krusial dilakukan pada fase akut tepat setelah latihan atau pertandingan jika muncul gejala nyeri. Intervensi medis yang cepat dan tepat akan mempercepat proses penyembuhan jaringan serta mencegah kerusakan yang lebih parah di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....