Intip Sejarah Gaya Pakaian Androgini

  • 04 Nov 2025 10:37 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Gaya berpakaian seseorang mencerminkan dinamika sosial dan cara individu mengekspresikan diri. Saat ini, gaya berpakaian Androgini menjadi salah satu tren yang semakin mengemuka dan menarik perhatian. Gaya berpakaian ini bahkan menjadi signature style, karena menawarkan sesuatu yang menarik. Lalu seperti apa sih gaya androgini ini?

Menyadur laman very well health, Secara etimologi, kata "androgini" berasal dari bahasa Yunani, yaitu andro (laki-laki) dan gyn (perempuan). Dalam konteks fashion, gaya androgini merujuk pada cara berpakaian yang menggabungkan atau mencampurkan karakteristik maskulin dan feminin dalam satu penampilan. Gaya ini menolak pengotak-kotakan busana berdasarkan jenis kelamin. Tujuannya adalah menciptakan tampilan yang unik, netral, dan inklusif, bagi sang pengguna pakaian untuk bebas memilih item fashion tanpa terikat pada stereotip gender yang kaku.

Penjelasan laman Medium, para perintis mode seperti Coco Chanel di tahun 1920-an berperan besar dengan memperkenalkan celana panjang ke dalam busana wanita, memberikan kenyamanan dan keleluasaan yang sebelumnya identik dengan pakaian pria. Kemudian aktris seperti Marlene Dietrich mengguncang publik dengan kegemarannya mengenakan setelan jas dan pakaian maskulin lainnya.

Berlanjut pada era 1960an, gaya berpakaian androgini mencuat kembali yang ditandai dengan gerakan pembebasan Wanita. Yves Saint Laurent memperkenalkan Le Smoking Suit, setelan tuksedo untuk wanita yang ikonik, menjadikannya simbol ambiguitas dan kekuatan.

Tahukah anda? Gaya androgini dapat diekspresikan dengan berbagai cara, namun beberapa elemen kunci sering terlihat pada penggunaan pakaian yang netral dan simple. Gaya berpakaian ini berusahan untuk memadukan semua elemen dalam satu outfit. Hal ini terlihat pada pakaian dengan potongan straight (lurus) atau oversized (boyfriend style). Contohnya adalah blazer longgar, celana panjang berpotongan lurus, atau kemeja minimalis.

Perpaduan warna pakaian ini juga lebih mengutamakan warna-warna seperti hitam, putih, abu-abu, beige, atau navy sangat dominan. Warna netral ini memberikan kesan universal, elegan, dan tidak terikat pada gender tertentu. Biasanya, digunakan juga beberapa setelan jas, rompi, atau sepatu boots tebal pada pakaian Wanita. Hal ini untuk mengadaptasi item maskulin pada pakaian Wanita.

Sedangkan, pada pria, justru digunakan elemen feminine seperti penggunaan pakaian dengan bahan kain lembut (sutra, satin), perhiasan yang lebih halus, atau tas tangan, bahkan terkadang riasan wajah yang halus.

Sederet ikon musik seperti David Bowie melalui alter ego Ziggy Stardust dan belakangan figur seperti Harry Styles, Timothée Chalamet, hingga selebriti K-Pop, terus mempopulerkan dan mendefinisikan ulang gaya androgini di mata publik modern. Saatnya anda mulai bereksperimen gaya OOTD yang terinspirasi dari style androgini, ya!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....