Banyak Cacing Pertanda Tanah Subur, Benarkah?
- 01 Okt 2025 09:24 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Cacing tanah merupakan hewan invertebrata yang sering kita abaikan. Padahal, cacing memiliki peran yang sangat krusial sebagai dekomposer dalam ekosistem. Mereka memakan materi organik mati seperti daun dan akar yang membusuk, serta bakteri dan jamur di dalam tanah. Dengan mengonsumsi materi tersebut hingga sepertiga dari berat badan, cacing mampu secara terus-menerus memproses materi organik ini setiap hari.
Ir. I Made Suryana, M.Si, akademisi dari Fakutas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar menyatakan, kemunculan cacing pada tanah merupakan suatu hal yang baik. Menurutnya, cacing tanah akan memberikan pupuk alami yang sangat baik bagi tanah. Kebaikan ini muncul dari hasil akhir pencernaan cacing bernama kascing. Kehadiran cacing tanah sangat vital untuk meningkatkan kualitas dan struktur tanah, yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan tanaman dan menandakan kesuburan tanah.
Menyadur dari laman Waste4Change, cacing memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dengan cara membantu menguraikan bahan organik menjadi zat hara. Sampah organik yang bisa diuraikan cacing seperti sisa-sisa tanaman dan bangkai hewan lain, yang menjadi makanan cacing. Aktivitas ini dikenal dengan aerasi tanah, yakni cara cacing untuk menggali dan menciptakan terowongan yang memungkinkan udara dan air mencapai akar tanaman.
Lalu, bagaimana cacing bisa muncul pada tanah?
Terdapat beberapa cara cacing tanah bermigrasi, seperti cacing merayap masuk dari tanah di bawah atau di sekitar dekomposter Anda. Cacing tanah secara alami tertarik pada kondisi yang kaya bahan organik dan lembap. Jika dekomposter Anda diletakkan langsung di atas tanah tanpa adanya alas, cacing di tanah sekitar akan mendeteksi sumber makanan melimpah di atasnya dan merangkak naik melalui lubang-lubang di dasar atau melalui tanah itu sendiri.
Cara lainnya bisa dilakukan cacing untuk bisa muncul pada tanah ketika telur cacing, ikut terbawa bersama bahan-bahan yang Anda masukkan ke dalam dekomposter. Cacing seringkali meletakkan kokon mereka di lapisan atas tanah atau di dalam sisa-sisa tanaman yang membusuk, seperti daun-daun atau serpihan kayu. Kadang-kadang, jika anda membeli media atau starter yang memang sudah mengandung cacing, seperti dalam sistem vermikompos, cacing akan dengan cepat berkembang biak dan populasinya akan terlihat jelas.
Kemunculan cacing di dekomposter adalah pertanda baik, lho! Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kelembapan dan persediaan makanan dalam tumpukan kompos Anda sudah optimal. Dari kondisi ini juga menandakan proses penguraian berjalan dengan sangat baik. Cacing akan membantu mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas hasil akhir yakni kotoran kascing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....