Integrasi Budaya Lokal dalam Ketahanan Sosial Komunitas
- 09 Sep 2025 16:55 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Integrasi budaya lokal dalam sistem sosial masyarakat kini semakin dipandang sebagai fondasi strategis dalam memperkuat ketahanan sosial komunitas. Ketahanan sosial dipahami sebagai kemampuan kolektif masyarakat dalam menghadapi, mengelola, dan beradaptasi terhadap dinamika perubahan, baik yang bersifat sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Lembaga Pemberdayaan, Pimpinan Callistha Foundation Holding, Ni Komang Nartini menyampaikan, pemberdayaan masyarakat lokal dilakukan untuk tetap menjunjung tinggi suatu budaya.
“Kami sangat menghargai budaya di masing-masing Daerah, mengingat rumah miracle kami ada disana dengan penggerak yakni orang lokal,” ucap Komang, Minggu (07/09/2025).
Komang Nartini menambahkan, dalam konteks tersebut, budaya lokal berperan sebagai modal kultural yang tidak hanya mengikat solidaritas sosial, tetapi juga membentuk pola adaptasi masyarakat terhadap tantangan eksternal. Kolaborasi multipihak diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut.
“Kolaborasi Lembaga pemberdayaan dengan pihak pemerintah maupun stakeholder lainnya itu sangat besar, karena jika kami berjalan sendiri tentu tidak sejauh saat ini sehingga secara anggaran dan regulasi perlu disupport pihak pemerintah,” pungkasnya.
Ia menyebut, praktik pemberdayaan komunitas yang berbasis pada nilai, norma, serta tradisi kearifan lokal terbukti mampu membangun mekanisme resiliensi sosial. Misalnya, sistem gotong royong, banjar di Bali, atau kearifan adat di berbagai daerah di Indonesia berfungsi sebagai struktur sosial yang menjaga kohesi sekaligus memperkuat jejaring solidaritas. Melalui penguatan lembaga sosial dan integrasi nilai budaya, komunitas dapat menciptakan ketahanan yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....