Ingin Menjadi Atlet Silat Sukses?, Ini Tips dari Sang Juara Dunia
- 19 Nov 2024 11:58 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Seni pencak silat, sebuah kegiatan yang menggabungkan elemen seni, olah raga, dan pembentukan karakter. Tidak hanya sebagai bagian dari budaya, pencak silat juga berulang-kali menjadi media yang mengantar anak bangsa menorehkan prestasi hingga ke kancah internasional. Dari ujung barat hingga timur Indonesia, terdapat lebih dari 800 aliran pencak silat yang tersebar di berbagai daerah yang secara konsisten melatih anak didiknya.
Menjadi seorang pesilat tangguh, serta memberi kesempatan mereka untuk berkompetisi meraih medali. Meski demikian, tidak semua pesilat serta merta berhasil meningkatkan kemampuan mereka secara mulus untuk menjadi seorang atlet. Apalagi hingga berprestasi di tingkat Internasional.
Mantan atlet, sekaligus Pesilat Senior asal Sanur, I Nyoman Mudiana menuturkan, yang membedakan pesilat biasa dan atlet yang berprestasi adalah pola latihannya. ”Kalau latihan silat biasa porsi latihannya hanya mengikuti jadwal latihan di tempat latihan, apabila ingin berprestasi, di rumah pun penting untuk berlatih sendiri," ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan dan istirahat sehingga tidak akan mempengaruhi performa saat berlatih maupun bertanding. Pria kelahiran 8 April 1969 ini membagikan pengalamannya dengan menerapkan pola latihan seperti itu, ia berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Dunia. Sebut saja Kejuaran Dunia Silat pada tahun 1990 di Den Haag, Belanda, Mudiana berhasil meraih posisi Juara 3. Kemudian, saat Eksebisi di Manila untuk Sea Games pada 1991, ia juga mendulang prestasi serupa untuk Indonesia. Kini, disela-sela kesibukannya ’ngayah’, Mudiana yang kini lebih dikenal dengan nama Jro Agung, sesekali masih melatih beberapa siswa di sekitar rumahnya, maupun orang asing yang bertamu untuk mengenal silat secara langsung.
Mudiana menilai perkembangan Pencak Silat Indonesia sangat membanggakan. Namun ia memiliki perhatian khusus kepada bibit-bibit pesilat muda. Pria yang beralamat di Banjar Sindu Kelod, Sanur ini menekankan pentingnya bagi pesilat muda untuk giat latihan, fokus, dan memiliki mindset juara.
”Tiang sering menanamkan mindset di kepala saat berlatih dan bertanding, bahwa saya adalah harimau yang siap memangsa. Sehingga terbentuk mentalitas kuat dan tidak takut menghadapi siapapun, meski tingkatan sabuknya lebih tinggi dari tiang” kenangnya sembari tersenyum.
Selain itu, Mudiana juga berpesan agar sebagai siswa yang sedang belajar untuk menghindari perasaan minder, dan merasa diri kurang atau lemah, karena itu memperlambat perkembangan belajar. ”Tidak usah malu, karena kita sedang belajar untuk berkembang. Tirulah teknik milik senior, baru kembangkan sendiri tekniknya” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....