Masih Bersaudara dengan Bebek, Simak Keunikan Unggas Bernama Entog
- 31 Okt 2024 19:52 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Orang Indonesia menggunakan bebek sebagai sumber makanan harian. Apakah Anda tahu bahwa ada saudara lain dari bebek yang juga sangat populer?
Bernama Entog, Entok, mentok, atau disebut muscovy duck dalam bahasa Inggris, adalah jenis unggas yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Dalam istilah ilmiah, entok disebut sebagai Cairina moschata. Tidak seperti bebek yang biasanya dari genus Anas, entok ini memiliki ciri, ukuran, dan tempat tinggal yang unik.
Earthlife.org mengungkapkan, Entog menjadi spesies unggas peliharaan tertua di dunia. Entog telah dibiakkan oleh penduduk asli di Peru dan Paraguay ketika penjelajah Spanyol pertama kali datang. Nama "Muscovy" dalam Muscovy Duck berasal dari Muscovy Company (berdiri di London pada 1555), yang membawa burung ini ke Inggris dan Prancis.
Keistimewaan Entog ada pada ukuran dan bobotnya. Jika di Indonesia populer dengan ukuran bebek yang tidak terlalu besar, Entok umumnya lebih berbobot. Ukuran entog jantan liar dapat mencapai 86 cm, dari ujung paruh hingga ke ujung ekor. Dan beratnya bisa sampai 3 kg. Mentok betina memiliki badan yang lebih kecil, sekitar 64 cm dan berat 1,3 kg. Mentok peliharaan biasanya lebih gemuk, di mana jantan bisa mencapai 7 kg dan betina mencapai 5 kg.
Entok memiliki paruh yang memanjang, leher yang lebih panjang, dan kaki yang kuat. Sedangkan bebek memiliki bulu yang lembut dan berwarna bervariasi, seperti putih, hitam, cokelat, atau kombinasi warna lainnya. Entog biasanya dapat hiduo hingga usia 7 hingga 8 tahun di alam liar. Namun entog yang dipelihara dengan makanan serta proses pemeliharaan yang baik akan hidup hingga 15 sampai 20 tahun.
Jika dilihat dari perilaku dan kemandiriannya, Entog cenderung lebih mandiri dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Mereka tidak selalu membutuhkan kolam atau perairan seperti bebek pada umumnya, sehingga lebih fleksibel dalam pemeliharaannya. Entok juga dikenal memiliki sifat yang lebih tenang dan tidak terlalu berisik dibandingkan bebek, sehingga cocok untuk dipelihara di lingkungan yang tidak bising.
Entog memiliki tubuh yang lebih gemuk dengan sayap dan dada yang lebih kuat, menjadikannya unggas yang lebih berdaging. Daging entog terkenal lebih empuk dan padat, dengan aroma yang lebih gurih dibandingkan daging bebek. Banyak yang menganggapnya lebih cocok untuk olahan panggang atau masakan berempah karena tekstur dan rasa yang khas.
Entog populer dikonsumsi di beberapa negara, khususnya di Amerika Selatan serta di Asia Tenggara. Di Indonesia, entog sepenuhnya hewan peliharaan, yang diternakkan terutama untuk dagingnya. Entog juga sering dijadikan olahan masakan khas seperti rica-rica entok di Jawa Tengah dan Yogyakarta, gulai entog di Sumatera, serta masakan berempah lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....