Makepung, Tradisi Balap Kerbau Khas Jembrana Bali

  • 28 Sep 2026 14:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Makepung merupakan atraksi balap kerbau yang menjadi salah satu tradisi khas masyarakat Kabupaten Jembrana, Bali. Nama Makepung berasal dari istilah yang berarti saling mengejar. Tradisi ini berawal dari aktivitas petani di sawah, khususnya saat mengolah tanah menggunakan bajak yang ditarik oleh kerbau. Bunyi genta yang dipasang pada kerbau menghasilkan suara khas ketika hewan tersebut bergerak, sehingga suasana di sawah menjadi semakin meriah. Dilansir dari id.wikipedia.org

Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut berubah menjadi perlombaan kerbau yang menarik perhatian masyarakat. Makepung di sawah mulai berkembang sekitar tahun 1930. Dalam perlombaan, seorang joki atau sais mengendalikan dua ekor kerbau yang menarik sebuah kereta sederhana. Para sais juga mengenakan pakaian yang terinspirasi dari busana prajurit kerajaan Bali pada masa lalu, seperti destar, selendang, dan perlengkapan tradisional lainnya.

Makepung kemudian berkembang dengan pembagian wilayah perlombaan menjadi dua kelompok, yaitu Blok Barat yang menggunakan identitas warna hijau dan Blok Timur dengan warna merah. Pembagian tersebut menjadi bagian dari ciri khas perlombaan dan menciptakan semangat persaingan antarkelompok. Masyarakat juga mengenal sejumlah kerbau yang menjadi andalan dalam perlombaan, dengan nama-nama yang memiliki ciri dan cerita tersendiri.

Hingga kini, Makepung tetap menjadi salah satu warisan budaya yang melekat dengan kehidupan masyarakat Jembrana. Atraksi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menggambarkan hubungan masyarakat dengan kegiatan pertanian dan kerbau sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Makepung juga menjadi daya tarik budaya yang memperkenalkan tradisi dan identitas Jembrana kepada masyarakat luas serta wisatawan yang berkunjung ke Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....