Tabuik, Tradisi Budaya Pariaman Penuh Makna Sejarah

  • 28 Sep 2026 14:13 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Tabuik merupakan tradisi budaya masyarakat di Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang dilaksanakan untuk memperingati Asyura atau 10 Muharram. Tradisi ini berkaitan dengan penghormatan terhadap Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, yang gugur dalam Peristiwa Karbala. Ciri utama perayaan adalah pembuatan dan arak-arakan tabuik, yaitu bangunan berbentuk khusus yang kemudian dibawa menuju pantai untuk dilarung ke laut. Prosesi tersebut juga diiringi musik tradisional seperti tasa dan dhol yang membuat suasana perayaan semakin meriah. Dilansir dari id.wikipedia.org

Rangkaian Tabuik berlangsung melalui beberapa tahapan yang dimulai sejak awal Muharram. Salah satu prosesnya adalah pengambilan tanah dari sungai yang kemudian disimpan sebagai bagian dari perlengkapan upacara. Tahapan berikutnya meliputi berbagai prosesi simbolis yang menggambarkan peristiwa dalam sejarah Karbala. Pada 10 Muharram, bagian-bagian tabuik disatukan dan kemudian diarak bersama-sama menuju kawasan pantai sebagai puncak acara.

Tradisi Tabuik memiliki sejarah panjang di Pariaman dan berkembang melalui pertemuan berbagai kebudayaan. Sejumlah catatan mengaitkan perkembangannya dengan komunitas Muslim asal India yang datang ke wilayah Sumatera Barat pada masa pemerintahan Inggris. Dalam perjalanan waktu, tradisi tersebut berinteraksi dengan budaya masyarakat Minangkabau sehingga bentuk dan pelaksanaannya mengalami penyesuaian. Tabuik kemudian berkembang menjadi tradisi yang diwariskan dan dijalankan oleh masyarakat Pariaman hingga sekarang.

Saat ini, Festival Tabuik tidak hanya menjadi kegiatan budaya masyarakat setempat, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Pariaman. Pelaksanaan festival melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan, persiapan, hingga arak-arakan tabuik. Puncak acara biasanya berlangsung di kawasan pantai ketika tabuik dibawa dalam arak-arakan sebelum akhirnya dilarung ke laut. Tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat Pariaman mempertahankan warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisinya kepada masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....