Joglo, Rumah Tradisional Jawa Penuh Nilai Budaya Leluhur
- 28 Sep 2026 14:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Joglo merupakan salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat Jawa yang banyak ditemukan di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Ciri yang paling mudah dikenali adalah bentuk atapnya yang bertingkat, dengan bagian tengah dibuat lebih tinggi menyerupai limas. Rumah joglo umumnya memiliki teras atau serambi yang luas serta ruang utama yang lapang tanpa banyak sekat. Bentuk tersebut membuat joglo tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagai kegiatan keluarga dan masyarakat. Dilansir dari id.wikipedia.org
Secara umum, rumah tradisional Jawa terdiri dari bangunan utama dan beberapa bangunan tambahan. Bagian depan biasanya disebut pendopo, yaitu ruang terbuka yang digunakan untuk menerima tamu, mengadakan pertemuan, pertunjukan wayang, kegiatan seni, maupun upacara adat. Setelah pendapa terdapat pringgitan, yang menjadi penghubung menuju bagian dalam rumah dan pada masa lalu juga dapat digunakan untuk pertunjukan wayang kulit. Sementara itu, emperan berfungsi sebagai teras untuk menerima tamu atau tempat bersantai.
Bagian dalam rumah dikenal dengan istilah omah dalem atau dalem ageng. Di dalamnya terdapat beberapa ruang yang disebut senthong. Senthong kiwa berada di sisi kiri dan kanan, sedangkan senthong tengah berada di bagian tengah dan dikenal pula dengan nama krobongan. Ruang-ruang tersebut memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari kamar tidur hingga tempat menyimpan barang berharga atau benda pusaka milik keluarga.
Selain bangunan utama, rumah joglo dapat dilengkapi dengan gandhok, yaitu bangunan tambahan yang berada di sisi samping atau belakang rumah. Susunan ruang dalam joglo menunjukkan bahwa rumah tradisional Jawa dirancang tidak hanya berdasarkan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga untuk mendukung hubungan sosial dan kegiatan keluarga. Hingga kini, joglo masih menjadi salah satu bentuk arsitektur tradisional yang penting dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Jawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....