Street Restaurant Fighter: Data dan Strategi Jadi Kunci Kemenangan

  • 28 Sep 2026 12:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Setelah melewati berbagai tantangan, Street Restaurant Fighter akhirnya menemukan pemenangnya. Tim Kim Hoon dan Kim Jong-in berhasil keluar sebagai juara setelah melewati persaingan ketat di babak final. Kemenangan mereka menarik perhatian karena sejak awal keduanya dikenal mengandalkan strategi dan keputusan yang dibuat berdasarkan data, bukan sekadar mengandalkan kemampuan memasak.

Babak final berlangsung di Jeonju dengan konsep yang benar-benar menguji kemampuan para peserta dalam menjalankan bisnis restoran. Tiga tim yang tersisa harus mengelola restoran dengan pelanggan dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku industri kuliner, lansia, mahasiswa, pekerja kantoran, wisatawan asing hingga keluarga yang membawa anak. Jadi, tantangannya bukan cuma membuat makanan enak, tetapi juga mencari tahu menu seperti apa yang paling cocok untuk pelanggan yang datang.

Kim Hoon dan Kim Jong-in memilih pendekatan yang cukup sederhana tetapi strategis. Mereka menawarkan menu yang familiar bagi banyak orang, seperti wang-dongaseu atau king pork cutlet dan hamburger steak. Pilihan tersebut membuat mereka bisa menyasar pasar yang lebih luas. Mereka juga menentukan keluarga sebagai salah satu target utama dan berhasil mendatangkan 43 pelanggan dari segmen tersebut. Strategi itu memberi mereka tambahan nilai yang cukup besar dalam perhitungan akhir.

Menariknya, tim Kim Hoon dan Kim Jong-in bukan yang memiliki penjualan tertinggi selama final berlangsung. Tim Lee Sung-hoon dan Yoo Tae-hee sempat berada di posisi pertama dengan penjualan sekitar 3,19 juta won. Sementara Kim Hoon dan Kim Jong-in berada di posisi kedua dengan sekitar 2,81 juta won.

Hasil akhirnya pun berubah. Setelah seluruh komponen dihitung, tim Kim Hoon dan Kim Jong-in mencatat hasil akhir sekitar 4,09 juta won dan menempati posisi pertama. Mereka unggul sekitar 1 juta won dari tim yang berada di posisi kedua. Dengan hasil tersebut, keduanya juga membawa pulang hadiah utama senilai sekitar 190 juta won.

Yang membuat perjalanan mereka menarik adalah cara keduanya melihat restoran seperti sebuah bisnis yang harus terus membaca situasi. Menu, target pelanggan, harga, kecepatan pelayanan hingga biaya operasional harus saling terhubung. Bahkan ketika kondisi di lapangan berubah, strategi juga harus ikut menyesuaikan.

Dari sini, Street Restaurant Fighter memberikan gambaran bahwa bisnis kuliner tidak selalu dimenangkan oleh restoran dengan menu paling mewah atau harga paling tinggi. Memahami pelanggan dan tahu bagaimana mengubah informasi menjadi strategi bisa menjadi pembeda. Kim Hoon dan Kim Jong-in menunjukkan bahwa data bukan cuma angka di atas kertas, tetapi bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....