Minikino Film Week 12 (MFW12) Sukses digelar di Bali

  • 22 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali. Sepanjang delapan hari penyelenggaraan, festival ini mencatatkan total 6.558 penonton serta kehadiran 180 delegasi dan tamu terakreditasi dari 16 negara. MFW12 menayangkan total 202 film pendek dari 60 negara yang terbagi dalam 42 program pemutaran, disaring dari 1.454 karya pendaftar internasional.

Edo Wulia, Direktur Festival MFW12, menyampaikan pentingnya film pendek sebagai medium sinematik yang humanis. "Kami percaya film pendek berfungsi sebagai jendela yang esensial. Gambar bisa menembus isolasi yang kita bangun di dalam diri kita sendiri. Film-film ini tidak menjanjikan jawaban yang mudah, tetapi menawarkan kesadaran bahwa manusia adalah setara dengan kelebihan dan kekurangannya, dan kapasitas kita untuk berharap pada nilai kebaikan," ungkapnya pada Jumat, 18 September 2026.

Malam penganugerahan Awards Gala MFW12 menjadi puncak perayaan apresiasi terhadap karya-karya terbaik nasional dan internasional. Acara ini dihadiri langsung oleh Ibu Irini Dewi Wanti (Direktur Film, Musik, dan Seni, Kementerian Kebudayaan RI) yang menyampaikan sambutan resmi serta menyerahkan penghargaan bagi para peserta program inkubasi SHORTS UP 2026.

Dalam sambutannya, Irini Dewi Wanti menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan talenta sinema muda melalui kolaborasi MTN Lab (Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya) dan Minikino.

"Bagi kami, pengembangan talenta bukan hanya tentang membantu lahirnya sebuah karya. Yang tidak kalah penting adalah memberikan kesempatan kepada para kreator untuk belajar, mendapatkan masukan, membangun jejaring, dan terus berkembang tanpa kehilangan identitas kreatif mereka," ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa mungkin sebuah film hanya berlangsung beberapa menit di layar. Tetapi cerita yang baik bisa tinggal jauh lebih lama di ingatan, dalam percakapan, dan dalam cara kita melihat dunia.

Sejalan dengan komitmen tersebut, panggung MFW12 menjadi saksi penyerahan Eye Catcher Award, penghargaan dukungan dari mitra internasional Hong Kong untuk program inkubasi SHORTS UP 2026. Penghargaan ini berhasil diraih oleh proyek film Di Belakang, Ada Mimpi Buruk Yang Menghalang (Reminiscent: A Confronted Nightmare) karya Ryan Sebastian (penulis) dan Aryo Bimo (produser).

Penentuan pemenang festival disampaikan oleh Dewan Juri Internasional yang terdiri dari Gie Sanjaya (Indonesia), Mélissa Bouchard (Kanada), dan Patrick Campos (Filipina). Penghargaan tertinggi MFW Best Short Film of the Year 2026 diraih oleh film BIRTHMARK karya George Peter Barbari (Lebanon). Dewan juri memuji film tersebut sebagai karya tanpa cela yang memikat, dengan penceritaan sinematik berdaya gugah tinggi serta keberanian mendukung keberagaman gender dan seksualitas.

Pada kategori National Competition, penghargaan utama Best National Competition Award 2026 dianugerahkan kepada LAST MAY IN THEATERS karya Arief Budiman. Dewan juri menilai film ini berhasil menghubungkan sejarah Jakarta 1998 dan Gwangju 1980 melalui ingatan pekerja bioskop, membuktikan bahwa sinema mampu menjadi ruang untuk mengingat dan mempertanyakan sejarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....