Harapan Kebangkitan Gim Durango: Wild Lands yang Berakhir Batal

  • 12 Sep 2026 10:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Rencana kembalinya salah satu gim survival MMORPG paling ikonik di perangkat ponsel, Durango: Wild Lands, dipastikan resmi dibatalkan. Kabar penutupan proyek yang sempat memberikan angin segar bagi jutaan penggemar tersebut memicu gelombang kekecewaan di ranah komunitas gamer global maupun Indonesia yang telah lama menantikan kebangkitan gim bertema dinosaurus ini.

Gim Durango: Wild Lands pertama kali dirilis oleh Nexon dan What! Studio pada tahun 2019 dan langsung mencuri perhatian dunia berkat keunikan mekaniknya. Berbeda dengan gim survival mobile pada umumnya, Durango menawarkan fitur eksplorasi pulau liar yang sangat mendalam, sistem crafting berbasis ekonomi antar-pemain yang kompleks, penjinakan dinosaurus, hingga fitur pembangunan pemukiman bersama (clan enclave) yang berorientasi pada kerja sama komunitas.

Namun, karena kendala biaya operasional dan masalah teknis, Nexon secara mengejutkan menutup server resmi gim tersebut pada akhir 2019, hanya beberapa bulan setelah peluncuran resminya.

Gelombang harapan kembali muncul ketika rumor dan pengumuman awal mengenai proyek penerus bertajuk Project DX (yang diproyeksikan sebagai Durango 2 atau versi kebangkitan ulang bertajuk Durango World) mulai digarap oleh Nat Games (yang kemudian melakukan merger menjadi NEXON Games). Namun, kepastian pahit bagi para penggemar akhirnya tiba pada 8 September 2026, ketika pihak perwakilan Nexon secara resmi mengonfirmasi penghentian dan pembatalan pengembangan Project DX setelah hampir 4 tahun berjalan sejak pertama kali diumumkan pada akhir 2022.

Pembatalan mendadak di awal September 2026 ini mengejutkan industri, mengingat pada rapat pemegang saham Maret 2026 lalu Nexon sempat membantah rumor pembubaran tim dan menargetkan peluncuran gim pada 2027. Berdasarkan laporan keuangan resmi serta kualifikasi proyek Nexon Co., Ltd., keputusan pembatalan Project DX pada September 2026 ini diambil akibat pembengkakan biaya pengembangan serta pergeseran fokus strategi portofolio perusahaan.

Pihak manajemen Nexon Games mengungkapkan bahwa skala proyek yang memanfaatkan Unreal Engine 5 untuk mereka ulang kompleksitas infrastruktur server real-time dan simulasi ekosistem pulau dinamis dalam Durango membutuhkan investasi sumber daya yang sangat masif, sementara proyeksi imbal hasil (return on investment) dinilai terlalu berisiko di tengah persaingan ketat pasar gim seluler global saat ini. Pembatalan ini memaksa Nexon mengalihkan alokasi tim dan anggaran ke proyek-proyek lain yang dinilai memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi di pasar global.

Kepastian batalnya peluncuran kembali Durango kini menempatkan gim tersebut sebagai salah satu "karya legendaris yang hilang" (lost masterpiece) di platform seluler. Meskipun proyek resminya telah dihentikan, warisan inovasi mekanik dan kenangan manis komunitas pemainnya tetap menjadi tolok ukur tinggi bagi pengembangan gim bergenre survival MMORPG di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....