Nicole Robertson Rilis Single Baru "Narcissist"
- 09 Sep 2026 09:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyanyi dan penulis lagu Nicole Robertson kembali dengan single terbarunya, “Narcissist”, sebuah lagu alternative R&B tentang satu hal yang mungkin terasa familiar bagi banyak orang: tahu bahwa sebuah hubungan sudah tidak sehat, tetapi tetap merasa sulit untuk pergi. Karena terkadang, kita sebenarnya sudah tahu ada yang salah. Hanya saja, kita masih memilih untuk bertahan.
Setelah merilis single debutnya, “Dance Tonight”, pada 26 Juni 2026, Nicole membawa sisi yang lebih gelap dan personal melalui “Narcissist”. Lagu ini bercerita tentang manipulasi, keraguan terhadap diri sendiri, pengampunan yang berulang, dan sulitnya meninggalkan seseorang yang bisa begitu menyakiti kita, namun di saat yang sama tetap begitu charming.
“Narcissist” ditulis pada 2023, ketika Nicole masih berada di dalam hubungan yang menjadi inspirasi lagu tersebut. Dua tahun kemudian, pada 2025, Nicole kembali mengembangkan lagu ini menjadi sebuah demo setelah sempat membagikan potongan chorus-nya di Instagram Story. Semuanya berawal dari momen ketika ia bingung ingin menyanyikan lagu apa dan akhirnya memutuskan untuk membuat lagunya sendiri.
“Waktu aku menulis lagu ini, sebenarnya aku sudah tahu ada yang salah. Tapi aku masih stuck di dalam hubungan itu,” ujar Nicole dalam rilis yang diterima rri.co.id pada Sabtu, 5 September 2026.
Dari situlah “Narcissist” berangkat. Nicole ingin menggambarkan bagaimana seseorang bisa tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres, tetapi tetap sulit untuk pergi ketika rasa sakit bercampur dengan kasih sayang, permintaan maaf, janji untuk berubah, dan sosok yang dikenal orang lain ternyata berbeda dari apa yang dialami di dalam hubungan.
Perasaan tersebut tergambar jelas dalam lirik, “You make me question who I am / Turn every ‘sorry’ into a scam.” Kemudian, melalui lirik, “You left me in pieces and called it love / But you know that’s not love — and I loved you,” Nicole menghadirkan sisi lain dari pengalaman tersebut. Bagi Nicole, kalimat tersebut menjadi bagian terpenting dari lagu ini. “Narcissist” bukan tentang sekadar membenci seseorang yang telah menyakitinya. Lagu ini tentang mengetahui bahwa sebuah hubungan telah menyakiti kita, tetapi tetap mengakui bahwa kita pernah benar-benar mencintai orang tersebut.
Lagu ini membawa pendengar melewati rasa bingung, self-doubt, marah, dan sedih, hingga akhirnya sampai pada satu titik: mulai percaya lagi pada apa yang mereka rasakan dan alami sendiri. Secara musikal, “Narcissist” memadukan alternative R&B, intimate storytelling, emotional tension, dan atmosfer yang lebih gelap serta cinematic. Pendekatan tersebut mengikuti tarik-ulur emosi yang muncul ketika seseorang masih berada di dalam hubungan yang sulit dipahami.
Konsep tersebut juga dibawa ke dalam artwork “Narcissist”. Sosok laki-laki dibuat blur, sementara Nicole tetap berada dalam fokus. Visual ini menggambarkan bagaimana sosok yang selama ini ia pikir ia kenal perlahan menjadi semakin sulit dibedakan dari persona yang ia tunjukkan kepada orang lain. Pada akhirnya, fokus kembali kepada Nicole dan apa yang ia alami. Bagi Nicole, merilis “Narcissist” bukan hanya tentang menceritakan pengalamannya sendiri. Ia juga ingin lagu ini bisa menjadi teman bagi orang-orang yang sedang berada di posisi yang sama.
Terkadang, bagian tersulit bukanlah menyadari bahwa seseorang sedang menyakiti kita. Melainkan mempercayai diri sendiri untuk akhirnya pergi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....