Permainan Tradisional Dukung Tumbuh Kembang Anak
- 01 Sep 2026 14:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Permainan tradisional seperti gobak sodor, congklak, engklek, dan lompat tali dinilai memiliki manfaat penting bagi perkembangan anak di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital. Sejumlah penelitian menunjukkan, permainan yang melibatkan aktivitas fisik dan interaksi langsung dapat mendukung perkembangan motorik, sosial-emosional, kreativitas, hingga literasi budaya anak.
Manfaat permainan tradisional terhadap perkembangan anak juga diperkuat sejumlah penelitian akademik. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Potensia pada 2025 mengenai pengembangan literasi budaya melalui permainan congklak di era digital menemukan bahwa permainan tradisional dapat menjadi media untuk mengenalkan nilai budaya kepada anak.
Penelitian tersebut menyoroti perubahan pola bermain anak seiring perkembangan teknologi. Anak semakin akrab dengan permainan berbasis perangkat digital sehingga berpotensi semakin jauh dari permainan tradisional yang mengandung nilai budaya lokal.
Sementara itu, kajian yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Cahaya PAUD pada 2026 membahas peran permainan tradisional terhadap kesejahteraan sosial-emosional anak di era digital. Kajian tersebut menunjukkan bahwa pergeseran aktivitas bermain dari interaksi langsung menuju aktivitas berbasis layar dapat mengurangi kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial, empati, dan regulasi emosi.
Permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok memberikan ruang bagi anak untuk berkomunikasi, bekerja sama, mengikuti aturan, serta belajar menyelesaikan persoalan bersama.
Manfaat permainan tradisional juga terlihat pada aspek perkembangan fisik. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BLAZE pada 2025 mengenai permainan tradisional pada anak usia dini menyebutkan bahwa permainan seperti gobak sodor, lompat tali, dan ketapel dapat membantu meningkatkan koordinasi, keseimbangan, serta keterampilan sosial anak.
| Baca juga: Mengenal Foy Doa Alat Musik Flores |
Aktivitas tersebut juga melibatkan gerakan tubuh yang dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik kasar. Pada saat yang sama, interaksi antarpemain mendorong anak untuk berkomunikasi dan bekerja sama.
Sejumlah penelitian observasional yang membandingkan aktivitas bermain tradisional dan digital pada anak prasekolah juga menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki keunggulan dalam memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, serta keterampilan motorik melalui aktivitas langsung.
Permainan tradisional lain seperti cublak-cublak suweng juga memiliki manfaat terhadap perkembangan anak. Penelitian yang diterbitkan dalam **Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi pada 2024** mengkaji pengaruh permainan tersebut terhadap perkembangan sosial-emosional anak Generasi Alpha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan yang melibatkan komunikasi verbal, kerja sama kelompok, serta aturan yang disepakati bersama dapat menjadi media untuk membantu mengembangkan kemampuan sosial-emosional anak.
Melalui permainan, anak belajar menunggu giliran, mengikuti aturan, berkomunikasi dengan teman, serta memahami respons dan perasaan orang lain. Selain aspek perkembangan fisik dan sosial, permainan tradisional memiliki nilai penting dalam penguatan literasi budaya. Permainan seperti congklak, engklek, gobak sodor, dan cublak-cublak suweng merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dapat dikenalkan kepada anak sejak usia dini.
Pengenalan tersebut dapat membantu anak memahami keberagaman budaya sekaligus menumbuhkan rasa menghargai warisan budaya daerah. Dengan demikian, aktivitas bermain tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Di tengah perkembangan teknologi, permainan tradisional tidak harus diposisikan sebagai lawan dari permainan digital. Orang tua dan pendidik dapat mengatur keseimbangan aktivitas bermain dengan memberikan ruang bagi anak untuk menggunakan teknologi secara bijak sekaligus tetap aktif bermain secara fisik dan berinteraksi langsung.
Memperkenalkan kembali permainan tradisional di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan tersebut. Anak tetap dapat mengenal teknologi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bergerak, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengenal budaya melalui permainan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....