Rasa Sayange, Lagu Maluku yang Penuh Sejarah Budaya
- 30 Agt 2026 22:57 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Rasa Sayange merupakan lagu rakyat yang berasal dari Maluku dan dikenal luas di berbagai daerah Indonesia. Lagu ini berkembang sebagai bagian dari tradisi lisan masyarakat dan sering dikaitkan dengan suasana kebersamaan serta kekeluargaan. Liriknya menggunakan bahasa Ambon dan memiliki bentuk seperti pantun atau sajak. Pesan yang disampaikan umumnya berkaitan dengan nasihat, hubungan antarmanusia, dan pentingnya menjaga kebersamaan. Dilasir dari id.wikipedia.org
Salah satu ciri khas lagu ini adalah bagian pembuka dan penutupnya yang mudah dikenali. Bagian-bagian tersebut membuat Rasa Sayange memiliki pola yang khas dan mudah diikuti ketika dinyanyikan bersama. Lagu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya masyarakat Maluku yang diwariskan secara turun-temurun.
Rasa Sayange pernah menjadi bahan perdebatan antara Indonesia dan Malaysia. Pada 2007, lagu ini digunakan dalam promosi pariwisata Malaysia sehingga muncul perbedaan pendapat mengenai asal-usul dan kepemilikannya. Pihak Maluku menyatakan bahwa lagu tersebut merupakan bagian dari budaya rakyat Maluku yang telah dikenal sejak lama. Perdebatan tersebut kemudian semakin berkembang karena adanya berbagai bukti penggunaan lagu di Indonesia maupun Malaysia.
Salah satu bukti yang sering dibahas adalah rekaman Rasa Sayange yang dibuat oleh Lokananta di Solo pada 1962. Lagu tersebut juga diketahui telah muncul dalam beberapa film dan rekaman dari masa sebelumnya, sehingga sejarahnya cukup panjang dan memiliki berbagai versi. Karena asal-usul lagu rakyat sering berkembang melalui tradisi lisan, pembahasan mengenai sejarahnya masih memiliki beberapa perbedaan sumber. Meski demikian, Rasa Sayange tetap dikenal sebagai salah satu lagu yang erat dengan budaya Maluku dan menjadi bagian dari kekayaan musik tradisional Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....