Film Perumahan Laddaland, Rumah Impian Berubah Jadi Neraka

  • 07 Agt 2026 21:23 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – Perumahan Laddaland adalah film horor yang mengadaptasi urban legend Thailand legendaris tentang kompleks perumahan paling angker, lalu memindahkan terornya ke konteks Indonesia dengan sentuhan KPR dan rumah impian. Film ini dijadwalkan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop Indonesia, dan sudah tercantum resmi dalam daftar film mendatang di Cinema XXI.

Film ini disutradarai Awi Suryadi, sineas horor yang sebelumnya dikenal lewat KKN di Desa Penari, Danur, dan Pabrik Gula. Produksi film ini melibatkan MD Pictures, dengan durasi yang di sumber Cinema XXI tercatat masih TBC, sementara rating usia resminya juga belum ditampilkan tegas, tetapi dari tema teror rumah dan pembunuhan, film ini jelas lebih cocok untuk penonton remaja-dewasa.

Cerita berpusat pada Tomy yang diperankan Andri Mashadi, seorang kepala keluarga yang nekat mengambil KPR untuk membeli rumah megah di Perumahan Laddaland, demi memberi kehidupan yang lebih layak bagi istri Melisa (Titi Kamal) dan kedua anaknya, Tania (Anantya Kirana) dan Elfyn (Shakeel Fauzi).

Awalnya, rumah itu terasa seperti mimpi yang jadi nyata. Namun, segera setelah mereka menempati Laddaland, keluarga Tomy mulai diteror berbagai kejadian tak wajar: bisikan misterius, penampakan menyeramkan, hingga penemuan mayat misterius di sekitar perumahan. Satu per satu penghuni lain mulai kabur, tetapi Tomy justru terpaksa bertahan karena terikat cicilan rumah yang mencekik.

Teror makin memuncak ketika Eneng, ART keluarga Tomy, ditemukan tewas secara tragis. Sejak saat itu, keluarga Tomy semakin terpojok, dan rahasia kelam di balik Laddaland mulai terkuak: bahwa kompleks ini menyimpan sejarah kelam yang membuat arwah-arwah di sana tidak pernah benar-benar pergi.

Pemeran lain yang ikut mengisi film ini antara lain Raffan Al Aryan, Aufa Assagaf, Arief Didu, Adjis Doaibu, Kiky Drajat, Zidni Hakim, Delia Husein, Laras Sardi, Sarah Tumiwa, Sriyatun, dan masih banyak lagi. Kehadiran mereka membuat suasana perumahan terasa hidup, tetapi sekaligus makin mencekam, karena setiap tetangga bisa jadi bagian dari misteri yang belum terpecahkan.

Kalau dilihat dari premisnya, Perumahan Laddaland cocok untuk penonton yang suka horor rumah berhantu dengan lapisan sosial tentang KPR, tekanan ekonomi, dan harga sebuah rumah impian. Film ini bukan sekadar kisah hantu, melainkan peringatan tentang bagaimana satu keputusan finansial yang salah bisa mengubah rumah menjadi tempat yang paling tidak aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....