D'Youth Fest 6.0 Sukses Wujudkan Kreativitas Budaya dan Lingkungan
- 21 Jul 2026 12:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – D'Youth Fest 6.0 sukses ditutup dengan meninggalkan jejak positif bagi pengembangan kreativitas generasi muda, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Mengusung tema "Feel the Grow: Eco Culture", festival yang digelar Pemerintah Kota Denpasar bersama BKraf Denpasar itu menjadi ruang kolaborasi berbagai komunitas kreatif sekaligus mengajak masyarakat membangun budaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Selama penyelenggaraan, ribuan masyarakat memadati kawasan festival untuk menikmati beragam pertunjukan seni dan musik, pameran ekonomi kreatif, lokakarya, hingga ruang kolaborasi lintas komunitas. Tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan D'Youth Fest semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda kreatif yang dinantikan generasi muda di Kota Denpasar.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah ogoh-ogoh G.A.J.A.H (Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup) karya STT Yowana Saka Bhuana, Banjar Tainsiat, yang dibimbing maestro seni Kedux. Karya tersebut tidak hanya menyuguhkan atraksi visual yang memukau, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan, sejalan dengan tema Eco Culture.
D'Youth Fest 6.0 juga menghadirkan kolaborasi yang lebih luas dengan melibatkan komunitas seni, pelaku UMKM, kreator digital, pegiat lingkungan, hingga petani muda. Kehadiran petani muda menjadi warna baru yang menunjukkan bahwa sektor pertanian juga dapat berkembang melalui inovasi, kreativitas, dan semangat kewirausahaan.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan DYouth Fest sebagai ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami bersyukur D'Youth Fest kembali mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Yang paling membanggakan bukan hanya tingginya antusiasme pengunjung, tetapi juga tumbuhnya kolaborasi antarkomunitas, lahirnya ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan karya terbaiknya, serta semakin kuatnya kesadaran bahwa kreativitas harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan," ujar Jaya Negara.
Menurutnya, tema "Feel the Grow" bukan sekadar slogan, melainkan ajakan bagi generasi muda untuk bertumbuh bersama dalam berbagai aspek kehidupan. "Kami ingin anak-anak muda datang ke D'Youth membawa ide dan semangat, menikmati setiap cerita, karya, dan kolaborasi yang hadir, kemudian pulang dengan membawa inspirasi serta nilai-nilai untuk menjadi lebih baik. Festival ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan budaya, dan mendorong keberlanjutan," katanya.
Sementara itu, Ketua Harian BKraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa, mengatakan D'Youth Fest telah berkembang menjadi ekosistem yang mempertemukan berbagai potensi kreatif dalam satu ruang kolaborasi. "DYouth bukan hanya sebuah festival, tetapi ruang bertumbuh bagi ide, kreativitas, dan kolaborasi. Tahun ini kami melihat semakin banyak komunitas yang terlibat, termasuk hadirnya petani muda yang membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas sektor. Ketika komunitas, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, ekosistem ekonomi kreatif akan tumbuh semakin kuat," ujarnya.
Ari juga mengapresiasi partisipasi pengunjung yang mendukung kampanye Eco Culture dengan membiasakan memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. "Masih terdapat beberapa sampah yang tercecer dan itu menjadi bahan evaluasi kami. Namun yang lebih penting, kami melihat kesadaran baru mulai tumbuh. Kami ingin masyarakat datang menikmati festival, lalu pulang dengan meninggalkan jejak baik, bukan meninggalkan sampah," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....